KOTA, Media Ponorogo – SMK PGRI 2 Ponorogo (Sterida) kembali membuktikan eksistensinya sebagai SMK yang tidak hanya unggul di bidang teknologi dan vokasi, tetapi juga kuat dalam membentuk karakter religius serta kreativitas siswa.
Menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 H, sekolah yang dipimpin Agus Pariadi, ini sukses menggelar agenda tahunan yang spektakuler: Lomba Takbir Keliling Sterida.
Istimewanya, ajang ini disulap menjadi panggung inovasi bagi para siswa.
Sebanyak 48 kelas (tingkat kelas 10 dan 11) tumpah ruah memadati rute sepanjang 4,3 kilometer, mengubah jalanan Ponorogo menjadi lautan syiar Islam yang kreatif dan tertib.
Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Agus Pariadi, menjelaskan bahwa esensi dari takbir keliling ini adalah untuk memacu kreativitas, memunculkan inovasi, serta menggali potensi terpendam para siswa.
“Kami ingin menunjukkan bahwa siswa SMK berbasis pesantren mampu menyelaraskan kreativitas modern dengan nilai-nilai spiritual. Lewat rahim Sterida, lahir karya-karya luar biasa yang bernuansa Islami,” ujar Agus Pariadi.
Di sepanjang rute—mulai dari gerbang sekolah, perempatan Pabrik Es, Keniten, hingga kembali ke sekolah—masyarakat disuguhi berbagai mahakarya replika buatan siswa.
Mulai dari replika megah Kakbah, masjid, unta, kambing, simbol bintang-hilal, hingga parade busana khas Timur Tengah.
Setiap kelas menerjunkan 11 siswa sebagai tim inti penilaian, didampingi ratusan siswa lainnya sebagai tim pendukung yang menyemarakkan suasana.
Sebagai SMK Berbasis Pondok Pesantren, Sterida menerapkan aturan ketat demi menjaga kesucian momentum Idul Adha.
Meskipun mayoritas regu membawa piranti sound system berukuran besar, juri melarang keras pemutaran lagu di luar lantunan takbir.
Peserta wajib mengumandangkan takbir di sepanjang rute. Jika sound system mengalami kendala teknis, siswa wajib bertakbir secara manual tanpa putus.
Sebanyak 20 juri independen yang diambil dari wali kelas 12 (yang telah lulus) dikerahkan untuk menilai keunikan ikon, inovasi, kerapian, serta konsistensi peserta.
Apresiasi tinggi pun telah disiapkan sekolah. Enam kelas terbaik dari masing-masing tingkatan (total 12 pemenang) berhak mendapatkan penghargaan.
Mulai piagam, serta uang pembinaan sebesar Rp1.500.000 per pemenang yang diumumkan setelah salat Idul Adha berjamaah di sekolah.
Komitmen SMK PGRI 2 Ponorogo dalam menanamkan karakter gemar berbagi juga terlihat nyata dalam tebaran hewan kurban tahun ini.
Dari hasil gotong royong dan partisipasi aktif siswa, guru, serta karyawan, Sterida berhasil mengumpulkan: 1 ekor sapi, dan 27 ekor kambing.
Hebatnya, 25 ekor kambing di antaranya langsung didistribusikan secara sosial kepada masyarakat sekitar lingkungan sekolah serta SMP-SMP mitra yang selama ini berkontribusi mengirimkan lulusan terbaiknya ke SMK PGRI 2 Ponorogo.
Melalui sinergi antara kreativitas seni, ketertiban syiar, dan kepedulian sosial yang nyata, SMK PGRI 2 Ponorogo semakin mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan vokasi terdepan di Bumi Reog.
Sterida tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja dan cakap teknologi, tetapi juga melahirkan generasi muda yang berakhlakul karimah, berjiwa santri, dan bermanfaat bagi masyarakat. (mas)








































