JETIS, Media Ponorogo – Grup Reog Taruno Mudho SMPN 1 Jetis sukses menorehkan tinta emas dalam sejarah perkembangan seni budaya sekolah.
Setelah pada tahun sebelumnya harus puas berada di posisi penyaji terbaik kedelapan, tahun ini sekolah yang terletak di Kecamatan Jetis ini melesat tajam dan berhasil mengamankan gelar Juara 2 (Ranking II) sebagai Grup Penyaji Terbaik pada gelaran bergengsi Festival Reog Remaja (FRR) XXII perayaan Grebeg Suro 2026.
Piala penghargaan yang menjadi bukti supremasi seni tersebut diserahkan langsung oleh Plt Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., kepada kepala sekolah pada malam puncak perayaan Grebeg Suro yang digelar megah di Panggung Utama Alun-Alun Ponorogo, Senin malam (15/6/2026).
Keberhasilan ini sekaligus mengesahkan keunggulan Taruno Mudho yang tampil memukau dengan nomor tampil 19 pada Rabu (10/6/2026) lalu.
Berdasarkan Berita Acara Hasil Penilaian Dewan Pengamat FRR XXII Tahun 2026 Nomor: 400.6/KH/827/405.08/2026 yang dirilis resmi tanggal 11 Juni 2026, Taruno Mudho SMPN 1 Jetis kokoh berada di peringkat kedua dari sepuluh grup reog penyaji terbaik, hanya selisih tipis di bawah juara bertahan SMPN 1 Ponorogo, dan berhasil mengungguli rival-rival tangguh dari sekolah perkotaan lainnya.
Plt Kepala SMPN 1 Jetis, Arif Suryanto, S.Pd., saat ditemui langsung seusai menerima penghargaan tidak bisa menyembunyikan rasa haru dan bangganya atas capaian fantastis anak didiknya.
“Luar biasa, luar biasa. Saya sangat terharu dan merasa sangat bangga karena baru kali ini kita bisa meraih capaian tertinggi ini. Jika tahun kemarin kita berada di posisi kedelapan, sekarang kita sudah melejit naik meraih terbaik kedua. Ini adalah bukti nyata dari kegigihan, keselarasan latihan, serta dukungan penuh dari seluruh warga sekolah,” ungkap Arif dengan mata berkaca-kaca.
Pencapaian luar biasa ini dirasakan bagai kado terindah bagi Arif Suryanto, S.Pd., yang baru saja mengemban amanat sebagai Plt Kepala Sekolah menggantikan pejabat sebelumnya, H. Ahmad Manan, yang telah memasuki masa purna tugas (pensiun).
Keberhasilan ini ia dedikasikan penuh kepada seluruh ekosistem pendukung sekolah.
“Saya menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada bapak dan ibu guru SMPN 1 Jetis, tim kru FRR yang luar biasa ada Pak Miko, Pak Desi, Mbak Desi, dan rekan-rekan. Terima kasih juga untuk Mbak Igo, tim pengrawit, serta pelatih. Dan tidak lupa apresiasi tertinggi kepada orang tua siswa peserta yang memberikan dukungan luar biasa tanpa henti,” imbuh Arief.
Keunggulan performa Taruno Mudho di panggung utama terletak pada suguhan koreografi yang matang, tata gerak yang apik, serta inovasi visual pada dadak merak yang spektakuler.
Koordinator Ekstrakurikuler Seni Tari Reog SMPN 1 Jetis, Artarini Edisi Pertama, S.Pd., sejak awal pementasan memang optimis bahwa anak didiknya mampu menguasai panggung dengan sempurna.
Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan efektivitas program penguatan karakter berbasis seni budaya di SMPN 1 Jetis.
Sekolah ini terbukti konsisten merawat regenerasi seniman muda melalui kurikulum wajib, di mana setiap akhir semester kelas 8.
Pihak sekolah rutin mengadakan Festival Reog Anak Antar Kelas. Langkah strategis—yang disinyalir merupakan satu-satunya di tingkat SMP se-Ponorogo ini—menjadi kawah candradimuka yang melahirkan bibit-bibit seniman unggul yang siap mempertahankan kelestarian Reog Ponorogo di masa depan. (mas)











































