KOTA, Media Ponorogo — Grup reog kebanggaan SMPN 4 Ponorogo, Singo Mulang Joyo sukses mengamankan posisi terhormat dalam jajaran 10 besar Penyaji Terbaik pada ajang bergengsi Festival Reog Remaja (FRR) XXII Tahun 2026.
Meski berkompetisi sengit dengan 24 peserta terbaik lainnya, Singo Mulang Joyo tetap menunjukkan kelasnya dalam peta budaya daerah.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata kekuatan komitmen dan konsistensi SMPN 4 Ponorogo dalam mempertahankan eksistensi serta kualitas seni budaya mereka di panggung paling kompetitif ini.
Penghargaan yang sangat dinantikan tersebut diserahkan secara langsung di atas kemegahan panggung utama Alun-Alun Ponorogo, bertepatan dengan Malam Puncak Perayaan Grebeg Suro 2026 yang berlangsung meriah pada Senin malam (15/6/2026).
Capaian gemilang ini disambut penuh rasa syukur oleh seluruh keluarga besar sekolah. Keberhasilan mempertahankan posisi di peringkat elite 10 besar dinilai bukan sekadar kemenangan kompetisi biasa.
Melainkan sebuah penegasan identitas kuat bagi SMPN 4 Ponorogo sebagai lembaga pendidikan yang konsisten melahirkan generasi muda peduli budaya.
Dalam sesi wawancara eksklusif, Kepala SMPN 4 Ponorogo, Winarti, S.Pd., M.Pd., tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan harunya atas perjuangan para anak didiknya.
“Saya pribadi dan semua warga sekolah sangat bersyukur atas capaian luar biasa ini. Tetap bertahan di jajaran 10 besar FRR merupakan bukti nyata dari komitmen kuat kami di SMPN 4 Ponorogo dalam mencintai, merawat, dan melestarikan seni adiluhung Reog Ponorogo di kalangan generasi muda,” ungkap Winarti, M.Pd dengan penuh rasa syukur.
Prestasi ini tentu tidak diraih dalam semalam. Di balik performa memukau nan energetik Singo Mulang Joyo di atas panggung, terdapat perjuangan keras dan disiplin tinggi yang dilakukan oleh para siswa.
Persiapan matang dan latihan intensif telah digembleng jauh-jauh hari guna menampilkan koreografi dan keharmonisan musik pengiring yang sempurna.
Menurut penjelasan Kepala Sekolah, tim reog remaja ini membutuhkan waktu persiapan kurang lebih selama tiga bulan.
Proses panjang tersebut mencakup penyelarasan gerakan, penguatan fisik, hingga pendalaman karakter tokoh-tokoh reog agar mampu tampil memikat di hadapan dewan pengamat.
Keberhasilan Singo Mulang Joyo di panggung Grebeg Suro merupakan hasil sinergi dan kerja sama yang solid dari berbagai elemen pendukung.
Kepala Sekolah secara khusus menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang terlibat:
Mulai Tim Pelatih yang telah mencurahkan ilmu, waktu, dan dedikasi tinggi dalam membimbing teknis serta mental bertanding anak-anak.
Termasuk bapak dan Ibu Guru yang tanpa lelah senantiasa mendampingi, mengawasi, serta memberikan suntikan motivasi di setiap sesi latihan siswa.
Demikian juga komite Sekolah & Wali Murid yang selalu memberikan dukungan penuh, baik secara moral maupun material, demi kelancaran akomodasi tim.
Serta semua Pihak Pendukung. Seluruh masyarakat dan simpatisan yang ikut mendoakan perjuangan tim dari awal hingga malam puncak penghargaan.
Menatap masa depan, SMPN 4 Ponorogo menjadikan capaian ini sebagai batu loncatan serta bahan evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas penampilan ke depan.
Manajemen sekolah berharap tradisi sepuluh besar ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya.
“Harapannya ke depan kami tetap konsisten bertahan menjadi bagian dari 10 besar penyaji terbaik. Lebih dari sekadar piala, tujuan utama kami adalah agar anak-anak didik kami semakin mencintai kesenian reog, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk memastikan reog tetap lestari dan abadi di tanah kelahirannya,” pungkas Winarti penuh harap. (mas)











































