KOTA, Media Ponorogo — Grup Reog “Singo Taruno Budoyo” besutan SMP Negeri 1 Ponorogo kembali mengukir sejarah gemilang dalam konstelasi pelestarian budaya luhur Bumi Reog.
Grup kebanggaan sekolah ini sukses menempati Penyaji Terbaik Rangking 1 dalam ajang bergengsi Festival Reog Remaja (FRR) XXII tahun 2026.
Capaian spektakuler ini sekaligus mengukuhkan dominasi SMPN 1 Ponorogo yang berhasil mempertahankan Piala Bergilir.
Berdasarkan keputusan dewan pengamat tertanggal 11 Juni 2026, Singo Taruno Budoyo meraih poin tertinggi memimpin 10 grup terbaik se-Kabupaten.
Melengkapi dominasi mutlak tersebut, predikat Penata Tari Terbaik FRR XXII juga berhasil disabet oleh koreografer andalan SMPN 1 Ponorogo.
Afif Kurniawan, atas dedikasinya meramu gerakan reog remaja yang dinamis namun tetap berpegang teguh pada pakem tradisi.
Capaian ganda ini tentu saja memperkuat institusi dalam membangun branding sekolah berbasis penguatan karakter adat dan budaya lokal.
Puncak kehormatan atas perjuangan melelahkan tersebut terjadi pada malam penutupan perayaan Grebeg Suro 2026, Senin (15/06/2026).
Di hadapan ribuan pasang mata yang memadati Panggung Utama Alun-Alun Ponorogo, Juara 1 dan Piala Bergilir diserahkan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., kepada kepala SMPN 1 Ponorogo dalam suasana yang sarat haru dan gegap gempita.
Keberhasilan legendaris ini dirasakan sangat personal bagi Kepala SMP Negeri 1 Ponorogo, Kuat, S.Pd.
Saat ditemui awak media sesaat setelah penurunan piala dari panggung utama.
Beliau tidak mampu menyembunyikan rasa haru mendalam atas raihan anak didiknya yang melampaui seluruh kalkulasi matematis di atas kertas.
“Saya sangat terharu. Ini sesuatu yang luar biasa. Namun sejak awal saya meyakini, effort, cucuran keringat, dan perjuangan anak-anak yang berlatih tanpa kenal lelah pasti akan menghasilkan sesuatu yang monumental. Malam ini, keyakinan itu terbukti secara nyata di hadapan masyarakat Ponorogo,” ujarnya dengan suara bergetar bangga.
Prestasi hebat ini sekaligus menjadi kado terindah dalam periode kepemimpinan terbarunya di SMPN 1 Ponorogo.
Kuat menegaskan bahwa raihan piala bergilir ini tidak boleh membuat civitas akademika berpuas diri, melainkan harus menjadi katalisator dan stimulan yang memacu motivasi seluruh elemen sekolah untuk terus mengabdi dan melahirkan inovasi pendidikan terbaik bagi negeri.
Ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat di balik layar kesuksesan besar ini.
“Terima kasih yang tak terhingga saya haturkan kepada seluruh kru, seniman, bapak-ibu guru pembina di tim Singo Taruno Budoyo, seluruh warga sekolah, serta Komite SMP Negeri 1 Ponorogo yang senantiasa setia mendampingi, mendukung, dan memfasilitasi proses panjang rekayasa kreativitas Reog ini dari awal hingga akhir,” tambahnya.
Sebelumnya, Singo Taruno Budoyo yang tampil impresif pada jam pertama di hari ketiga festival (Selasa, 09/06/2026), memang telah membius penonton sejak menit pertama memasuki pelataran panggung.
Menyuguhkan koreografi yang enerjik, harmonisasi musik kelonosewandono yang magis, serta tingkat kedisplinan formasi yang sangat rapat, para seniman remaja ini berhasil memukau dewan pengamat.
“Anak-anak telah menunjukkan dedikasi, disiplin, dan kecintaan yang luar biasa tinggi terhadap budaya Ponorogo. Ini merupakan bukti sahih bahwa api tradisi Reog tidak pernah padam, melainkan semakin menggelora di dada generasi muda. Mereka adalah jembatan kokoh yang memastikan warisan leluhur ini tetap hidup, dinamis, dan relevan di masa depan,” ungkap salah satu tim manajemen kontingen saat penampilan perdana mereka minggu lalu.
Keberhasilan luar biasa ini membuktikan bahwa branding SMPN 1 Ponorogo bukan sekadar unggul dalam bidang akademik sains, melainkan juga kokoh menjadi garda terdepan laboratorium pelestarian budaya tradisional di Nusantara. Selamat kepada Singo Taruno Budoyo! (mas)











































