KOTA, Media Ponorogo – Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ustaz H. Jamaludin Ahmad, S.Pd.I, Psikolog, secara resmi meluncurkan gerakan “Hari Bermuhammadiyah Gembira” di Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Ponorogo, Ahad (5/7/2026).
Dalam peresmian yang ditandai secara digital melalui penekanan layar videotron di Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO) tersebut, Ustaz Jamaludin Ahmad melayangkan pujian tinggi.
Berdasarkan catatan data pusat, ia menyebut PDM Ponorogo merupakan salah satu PDM terkaya dan paling mandiri di Indonesia, terutama dengan kekuatan sinergi organisasi otonom (ortom) seperti Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) yang sukses mengelola rumah sakit besar.
”Selamat kepada PDM Ponorogo beserta seluruh ortom, majelis, dan lembaga yang telah memulai gerakan ini. Ponorogo ini luar biasa, dalam catatan kami termasuk PDM terkaya di Indonesia,” ujar Ustaz Jamaludin disambut takbir dan tepuk tangan riuh ribuan jamaah yang memadati lokasi.
Cetak Biru Visi Nasional: Dari Ranting hingga Muktamar
Dalam pidatonya, Ustaz Jamaludin memaparkan visi besar (cetak biru) jangka panjang LPCRPM PP Muhammadiyah.
Ia memimpikan agar struktur persyarikatan di seluruh Indonesia memiliki basis “Hari Bermuhammadiyah” secara terstruktur dan berkala.
Dalam bayangan idealnya, Hari Bermuhammadiyah di tingkat Ranting digelar sepekan sekali, tingkat Cabang dua pekan atau tiga bulan sekali, tingkat PDM (Daerah) enam bulan sekali, dan tingkat PWM (Wilayah/Provinsi) satu tahun sekali bertepatan dengan momen Milad.
Namun, ia mengaku takjub karena PDM Ponorogo justru mampu melangkah jauh melampaui target ideal tersebut dengan berani meluncurkannya sebagai program rutin sebulan sekali (setiap Ahad pekan pertama).
”Mimpi saya seluruh struktur punya Hari Bermuhammadiyah. Jika PDM dalam bayangan saya cukup 6 bulan sekali, hebatnya Ponorogo ini malah sanggup sebulan sekali. Mengapa? Karena Ponorogo itu mampu dan punya semangat yang luar biasa,” tegasnya.
Beliau menambahkan bahwa puncak dari seluruh akumulasi kegembiraan dan perputaran ekonomi warga ini nantinya akan bermuara di arena Muktamar Muhammadiyah.
Titipkan Empat Pilar Gerakan
Guna memastikan program bulanan ini berjalan konsisten dan tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, Ketua LPCRPM PP Muhammadiyah ini menitipkan empat pilar utama gerakan yang harus diwujudkan oleh panitia dan pengurus.
Yaitu: Meneguhkan ideologi dan ke-Muhammadiyah-an jamaah. Menggembirakan warga persyarikatan dalam berdakwah. Mencerahkan pemikiran umat. Memberdayakan potensi sosial dan ekonomi masyarakat.
”Jika empat pilar ini terus dikelola dengan baik, maka kehadiran Muhammadiyah akan semakin dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga internal maupun masyarakat luas,” imbuh Ustaz Jamaludin.
Sinergi Data, Ekonomi, dan Pemerintah Daerah
Indikator kekuatan PDM Ponorogo yang disinggung Ustaz Jamaludin terbukti nyata di lapangan. Acara peluncuran ini langsung diramaikan oleh 39 stand bazaar ekonomi rakyat.
Selain itu, Bendahara PWM Jawa Timur, Ustaz Dr. H. Zainul Muslimin, memvalidasi bahwa PDM Ponorogo merupakan yang terdepan dalam klaster pendataan warga serta sukses membebaskan ribuan orang dari rentenir lewat program kemanusiaan Bang Ziska.
Apresiasi dari pucuk pimpinan pusat ini disaksikan langsung oleh Plt. Bupati Ponorogo, Ibunda Hj. Lisdyarita, S.H., serta jajaran Forkopimda setempat.
Menanggapi pertumbuhan jamaah yang kian masif, Ketua PDM Ponorogo, Drs. Muh Safrudin, M.A., menegaskan komitmennya untuk segera menjajaki pengadaan lahan baru yang lebih luas dengan kapasitas minimal 3.000 jamaah sebagai pusat dakwah dan ekonomi terintegrasi di masa depan. (mas)















































