SAMPUNG, Media Ponorogo – MTsN 6 Ponorogo kembali menunjukkan kelasnya sebagai madrasah pilihan masyarakat. Hal itu terlihat dari antusiasme pendaftar pada tahun ajaran 2026/2027 yang membeludak hingga melampaui kuota.
Menjawab kepercayaan tersebut, madrasah yang dikenal dengan segudang prestasi ini resmi memulai Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Mata Muda), Senin (13/7/2026).
Apel pembukaan berlangsung khidmat namun penuh filosofi. Kepala MTsN 6 Ponorogo, H. Muhadi, M.Pd., memimpin langsung prosesi yang menyiratkan harapan besar bagi para siswa.
Pemukulan gong menjadi penanda dimulainya semangat baru, sementara pelepasan burung merpati ke udara melambangkan kebebasan siswa untuk bermimpi setinggi langit dan meraih cita-cita hingga terbang jauh.
”Tahun ini kami menerima 225 siswa baru yang terbagi ke dalam 8 kelas. Ini adalah berkah sekaligus amanah besar bagi kami untuk memberikan pelayanan pendidikan terbaik,” ujar H. Muhadi di sela-sela kegiatan.
Tak hanya fokus pada siswa baru, MTsN 6 Ponorogo juga melakukan terobosan dengan menggandeng Koramil Kecamatan Sampung.
Dalam momen tersebut, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) untuk memperkuat disiplin siswa.
”Kakak kelas (siswa kelas 8 dan 9) mendapatkan pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) langsung dari tenaga ahli Koramil. Ini penting sebagai bekal kedisiplinan dan persiapan kegiatan bulan Agustus mendatang,” tambahnya.
Sebelum MATAMUDA, para siswa harus melalui proses tes yang komprehensif. Mulai dari tes diagnostik, wawancara mendalam, hingga tes kemampuan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ).
Uniknya, pihak madrasah juga mewawancarai orang tua siswa. ”Kami ingin memastikan bahwa ada dukungan penuh dari orang tua dalam mendidik putra-putrinya di sini. Sinergi antara rumah dan madrasah adalah kunci sukses pendidikan,” jelas Muhadi.
Selama lima hari Matamuda, siswa baru akan dibekali materi-materi esensial, mulai dari moderasi beragama, kesehatan remaja dari Puskesmas, hingga etika bermedia sosial dan UU ITE yang bekerja sama dengan Kominfo.
Tak ketinggalan, materi literasi juga dihadirkan melalui kolaborasi dengan Sutejo Spectrum Center.
MTsN 6 Ponorogo juga memantapkan posisinya sebagai madrasah berwawasan modern melalui tiga program unggulan kelas bina prestasi (Binpres): Binpres Tahfidz, Binpres Teknologi Informasi (TI)/Kelas Digital, dan Binpres Bahasa.
”Kami terus berbenah. Fokus kami adalah bagaimana fasilitas dan pelayanan madrasah ini benar-benar menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat mereka, baik di bidang digital maupun religius,” pungkas H. Muhadi.
Rangkaian Matamuda ini rencananya akan ditutup meriah pada hari Jumat mendatang dengan kegiatan walking fun, senam bersama, dan unjuk bakat ekstrakurikuler.
Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa MTsN 6 Ponorogo bukan sekadar sekolah, melainkan tempat mencetak generasi yang berakhlak mulia, mandiri, dan berprestasi unggul. (adv/mas)

















































