KOTA, Media Ponorogo – Sekolah kebanggaan masyarakat, SMAN 2 Ponorogo ini resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi para siswa baru tahun ajaran 2026/2027.
Acara yang berlangsung di Aula Ir. Soekarno ini menjadi momentum penting dalam menyambut generasi baru yang siap menorehkan prestasi di masa depan.
Prosesi pembukaan ditandai dengan prosesi penyematan tanda peserta MPLS secara simbolis oleh Mursyid, S.Pd., M.Pd., kepada perwakilan siswa baru.
Prosesi ini disambut dengan antusiasme tinggi, menandai resminya ratusan siswa baru bergabung dalam keluarga besar SMA Negeri 2 Ponorogo.
Kedisiplinan sebagai Kunci Kesuksesan
Dalam sambutannya, Kepala SMAN 2 Ponorogo, Mursyid, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya manajemen waktu dan pola hidup sehat bagi siswa.
Beliau secara tegas mengingatkan para siswa untuk disiplin dalam mengatur waktu istirahat agar tetap prima dalam kegiatan belajar mengajar.
”Kebiasaan tidur cepat sangat erat kaitannya dengan kedisiplinan bangun pagi. Jika waktu istirahat teratur, semangat belajar pun akan terjaga. Sekolah mendukung aktivitas sosial siswa seperti nongkrong atau bersosialisasi, namun harus tahu batasan waktu agar tidak merugikan proses pembelajaran di kelas,” tegas Mursyid di hadapan ratusan siswa.
Beliau juga menambahkan bahwa MPLS selama lima hari ke depan harus diikuti dengan penuh tanggung jawab. “Ini bukan sekadar acara rutin, tapi bagian dari proses pembentukan karakter awal kalian di SMAN 2 Ponorogo,” tambahnya.
Sekolah sebagai Rumah yang Ramah dan Aman
Kehadiran perwakilan dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo menambah bobot acara.
Dalam pesannya, beliau menekankan bahwa sesuai arahan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sekolah harus bertransformasi menjadi tempat yang aman, nyaman, dan membahagiakan bagi siswa.
”MPLS bukan ajang senioritas atau perpeloncoan. Ini adalah ruang untuk saling mengenal, menghargai, dan menguatkan. SMAN 2 Ponorogo adalah tempat kalian untuk berani bermimpi dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap perwakilan Cabang Dinas Pendidikan tersebut.
Beliau juga memberikan apresiasi kepada tenaga pendidik, sembari mengingatkan bahwa siswa yang dititipkan oleh orang tua adalah amanah besar.
Mendidik, lanjutnya, harus dilakukan dengan kasih sayang dan keteladanan, bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan.
Kegiatan pembukaan ini menjadi langkah awal yang strategis bagi SMAN 2 Ponorogo dalam memupuk nilai-nilai integritas, kedisiplinan, dan semangat berprestasi sejak hari pertama siswa menginjakkan kaki di lingkungan sekolah.
Selamat datang generasi baru SMAN 2 Ponorogo, mari mengasah potensi dan raih masa depan gemilang. (mas)

















































