Home Headline Anak Tukang Cukur di Ponorogo Tembus Kejurnas Atletik: Rizki, Siswa SMPN 1...

Anak Tukang Cukur di Ponorogo Tembus Kejurnas Atletik: Rizki, Siswa SMPN 1 Jetis Siap Wakili Indonesia di Kejuaraan Asia Tenggara SEA Youth

0
Rizki Ahmad Zaelani (tengah) pelajar SMPN 1 Jetis yang memiliki tinggi 178 cm bersama Sugeng Riyono (kaos merah) dan guru olahraga lainnya.

JETIS, Media Ponorogo– SMP Negeri 1 Jetis kian mengukuhkan posisinya sebagai sekolah berwawasan prestasi yang patut diperhitungkan.

Tidak hanya unggul secara akademis, sekolah ini terbukti sukses menjadi “kawah candradimuka” bagi lahirnya atlet-atlet muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Ponorogo di kancah regional hingga nasional.

Prestasi terbaru dan paling membanggakan datang dari salah satu siswa kelas 9B, Rizki Ahmad Zaelani.

Remaja bertinggi badan 178 cm yang baru saja menginjak usia 16 tahun ini sukses menyabet dua medali emas sekaligus dalam ajang bergengsi Jatim Open untuk nomor Tolak Peluru dan Lempar Cakram.

Kejuaraan Jatim Open merupakan kompetisi berskala nasional yang diikuti oleh atlet-atlet terbaik dari seluruh Indonesia.

Hebatnya, Rizki berhasil mengalahkan dominasi atlet-atlet yang usianya jauh di atasnya (kategori U-20), termasuk membalaskan kekalahannya dari atlet asal Bandung saat Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) lalu.

Sugeng Riyono, salah satu guru senior di SMPN 1 Jetis, mengungkapkan rasa bangganya atas dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh anak didiknya tersebut.

“Alhamdulillah, melalui proses yang panjang, SMPN 1 Jetis kembali mengorbitkan atlet nasional. Rizki ini anak yang sangat potensial, memiliki kredibilitas luar biasa, dan karakter yang bagus. Di usianya yang masih sangat muda, ia sudah merajai berbagai kompetisi, mulai dari O2SN, Popda, hingga dipercaya memperkuat kontingen Ponorogo di ajang Porprov,” ujar Sugeng.

Di balik prestasinya yang gemilang, Rizki adalah sosok yang rendah hati.

Lahir dari pasangan Slamet Jamzani (seorang tukang potong rambut) dan Endang Sri Wahyuni, Rizki membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi tinggi.

Awalnya, saat SD ia adalah seorang pelari sprint 60 meter. Namun, bakat alaminya di bidang lempar dan tolak peluru mulai terasah sejak duduk di kelas 7 SMPN 1 Jetis, terinspirasi oleh kakaknya, Dipo, yang juga merupakan alumni berprestasi dari sekolah yang sama.

Untuk meraih emas Jatim Open, Rizki harus menjalani porsi latihan yang sangat disiplin. Setiap hari, kecuali hari Minggu, ia melahap menu latihan teknik dan latihan beban (gym) yang berat demi memaksimalkan postur tubuhnya yang tinggi menjulang.

“Target terdekat saya adalah Kejurnas di Jakarta bulan Juni depan. Saya ingin meraih juara 1 dan menembus limit waktu/jarak. Jika berhasil, insya Allah saya akan dipanggil untuk mewakili Indonesia di ajang SEA Youth (kejuaraan Asia Tenggara). Tahun lalu saya belum bisa ikut karena faktor usia yang terlalu muda,” ungkap Rizki optimis.

Keberhasilan Rizki dan atlet lainnya bukan sebuah kebetulan. SMPN 1 Jetis memiliki sistem radar bakat yang sangat efektif.

Pihak sekolah memanfaatkan jam pembelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjasorkes) untuk memantau potensi genetik dan bakat terpendam para siswa.

Meskipun tidak memiliki ekstrakurikuler khusus atletik, sekolah memberikan dukungan penuh dalam bentuk fasilitas, peminjaman alat (peluru dan cakram) untuk latihan mandiri di sore hari, hingga pengawalan kompetisi di tingkat kabupaten.

Ketika bakat siswa tersebut bersinar di tingkat daerah, Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Ponorogo akan langsung melirik dan memberikan pembinaan lanjutan secara profesional.

Rizki Ahmad Zaelani hanyalah satu dari sekian banyak bukti sahih kehebatan SMPN 1 Jetis dalam mencetak atlet.

Tercatat, sekolah ini memiliki deretan alumni yang kini menjadi pilar andalan PASI Ponorogo.

Di antaranya: Dipo (Nomor Lempar Cakram & Tolak Peluru), Winitia (Nomor Lompat Tinggi Putri), Abid (Nomor Lompat Tinggi) dan Nicolas (Nomor Lompat Tinggi).

Melalui prestasi-prestasi non-akademik yang memukau ini, SMPN 1 Jetis membuktikan komitmennya untuk mendukung penuh segala bentuk bakat siswa.

Sekolah ini bukan hanya tempat untuk belajar teori, melainkan ruang luas bagi para generasi muda Ponorogo untuk melompat tinggi, melempar jauh, dan mengukir prestasi hingga ke tingkat dunia. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here