BALONG, Media Ponorogo – Suasana khidmat sekaligus haru menyelimuti halaman Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Istiqomah, Desa Ngumpul, Kecamatan Balong, Minggu (17/5/2026).
Ratusan pasang mata menjadi saksi prosesi Haflatul Wada’ (pelepasan) santri akhir tahun ajaran 2025/2026.
Momentum ini menjadi pembuktian konsistensi pesantren dalam mencetak generasi yang unggul secara akademis sekaligus kokoh secara spiritual.
Tahun ini, lembaga pendidikan Islam tersebut meluluskan 41 siswa Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI)—sistem pendidikan terintegrasi setara jenjang SMP-SMA.
Selain itu, prosesi juga diikuti oleh 18 siswa Raudhatul Athfal (RA) dan 64 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Ustaz Mursalim S.Ag, ketua panitia ujian akhir, membacakan Surat Keputusan Kelulusan Nomor 38/LPI-PPDIS/V/2026.
Beberapa santri menorehkan capaian gemilang dengan predikat Jayyid Jiddan (sangat baik).
Di antaranya adalah Intan Nur Fadhilah (asal Ngunut, Balong) yang sukses mengantongi hafalan 3 juz Al-Qur’an.
Disusul Masna Khoirunnisa (Karangpatihan, Balong), Asifa Isnaini Nur Afifah (Slahung), Andara Imel Octa Bertin (Balong), serta Ika Putri Elang Putih, santriwati yang berasal dari Nglegok, Blitar.
Penghargaan santri terbaik malam itu diserahkan langsung oleh Gus Muhammad Zainul Ghufron Al Alim S.Pd.I.
Pimpinan Ponpes Darul Istiqomah, Ustaz Nahuri Muslim S.Pd.I, membeberkan capaian membanggakan institusinya.
Sebanyak 11 santri rekam jejaknya tercatat sukses menembus Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) bergengsi. Mulai dari UIN Ponorogo, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, hingga UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
“Alhamdulillah, santri KMI kami diterima di berbagai perguruan tinggi Islam negeri. Bagi santri yang memilih langsung terjun ke dunia kerja atau ke luar negeri, kami titipkan pesan: bekerjalah dengan baik, dan di mana pun berada, jangan pernah sekali pun melupakan ibadah,” tegas Ustaz Nahuri.
Dalam sambutannya, Ustaz Nahuri juga mengajak seluruh hadirin mengenang dan mengirimkan doa kepada pendiri pesantren, almarhum KH Imam Zainuddin M.Pd.I.
Ia menegaskan kesiapan jajarannya melanjutkan estafet perjuangan tersebut, termasuk rencana pengembangan fisik lantai dua masjid pondok.
Apresiasi tinggi datang langsung dari Plt Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita SH.
Perempuan yang akrab disapa Bunda Rita itu menyebut pesantren memiliki peran yang tidak tergantikan sebagai benteng moral bangsa.
Dari rahim pesantren, lahir pribadi-pribadi yang mampu menjadi penerang umat sekaligus penggerak kemajuan masyarakat.
“Anak-anakku, ke mana pun kalian melangkah nanti, jagalah nama baik almamater. Amalkan ilmu yang diperoleh, hormati guru, dan jadilah generasi yang mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri keislaman kalian,” pesan Bunda Rita.
Acara yang bertepatan dengan 29 Dzulqa’dah 1447 Hijriah ini dihadiri jajaran tokoh penting.
Tampak hadir Kepala Kantor Kemenag Ponorogo H. Tohari M.Pd, Ketua FKPP KH Bambang Sudarsono Lc, serta jajaran Forpimda dan Forpimcam Balong. Hadir pula para tokoh sepuh seperti KH Zainal Arifin BA dan KH Maksum.
Prosesi pemungkas ditutup dengan Mauidzah Hasanah oleh pengasuh Ponpes An-Najah Lengkong, KH Abdurrahman Syah MH, yang mendoakan agar Ponpes Darul Istiqomah terus tumbuh menjadi mercusuar ilmu yang berkah dan membawa kemaslahatan langgeng. (mas)












































