KOTA, Media Ponorogo — Suasana semarak dan penuh khidmat menyelimuti keluarga besar SMA Negeri 3 Ponorogo dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-37.
Sebagai salah satu rangkaiannya, digelar pertunjukan Seni Wayang Kulit Modern bernuansa kearifan lokal yang ditempatkan langsung di Halaman SMAN 3 Ponorogo pada Jumat malam, 18 September 2026.
Pagelaran wayang kulit bertajuk Kisah Kelahiran, Perjuangan, dan Kejayaan Gathutkaca Sang Raja Pringondani ini menghadirkan kebanggaan tersendiri bagi sekolah.
Pasalnya, sosok yang bertindak sebagai dalang utama adalah siswa SMAN 3 Ponorogo sendiri, yaitu Ki Aksana Bagus Dwiangga.
Kepala SMAN 3 Ponorogo, Suratno, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas terselenggaranya seluruh rangkaian peringatan HUT ke-37. Rangkaian acara telah diawali dengan kegiatan spiritual berupa Khotmil Qur’an pada hari Kamis sebelumnya, sebagai landasan pembinaan rohani peserta didik.
“Sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka, kegiatan ini menjadi wujud nyata penerapan program kearifan lokal untuk nguri-uri (melestarikan) budaya Jawa. Salah satu siswa kita memiliki potensi luar biasa sebagai dalang dan menyampaikan permohonan secara langsung sebelum kelulusannya untuk dapat tampil mempersembahkan seni pedalangan bagi sekolah,” ujar Suratno.
Beliau menambahkan bahwa tontonan seni tradisional seperti Wayang Purwa bukan sekadar sarana hiburan, melainkan media tuntunan moral yang mampu membentuk karakter siswa berakhlak mulia dan berbudi pekerti luhur.
Adapun susunan adicara dalam malam peringatan HUT ini diawali dengan pembukaan, pengumandangan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa oleh guru SMAN 3 Ponorogo, dilanjutkan dengan sambutan Kepala Sekolah, serta penyerahan wayang secara simbolis dari Kepala Sekolah kepada Ki Dalang Aksana Bagus Dwiangga.
Pagelaran malam itu berlangsung meriah berkat kolaborasi Seni Karawitan Jati Murti dan iringan musik New Baladewa, serta kehadiran bintang tamu Victor Undlup yang menambah semarak suasana.
Lakon Sang Gathutkaca sendiri mengisahkan perjalanan hidup ksatria gagah berani putra Bima dan Arimbi.
Melalui keberanian, kesetiaan, dan perjuangan yang tak kenal menyerah, Gathutkaca berhasil menaklukkan tanah Pringondani hingga diangkat menjadi raja yang membawa keadilan serta kemakmuran bagi rakyatnya—sebuah pesan kepemimpinan dan moral yang relevan bagi generasi muda SMAN 3 Ponorogo.
Melalui peringatan HUT ke-37 ini, SMAN 3 Ponorogo berharap dapat terus mencetak generasi penerus bangsa yang unggul secara akademis, berkarakter luhur, serta tetap mengakar kuat pada budaya dan tradisi nusantara. (mas)















































