KOTA, Media Ponorogo — SMK PGRI 2 Ponorogo (Sterida) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter siswa yang seimbang antara kompetensi keahlian dan kedalaman akhlak.
Di bawah nakhoda anyar Agus Salim, S.Kom., sekolah vokasi unggulan di Ponorogo ini menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dengan penuh khidmat, meriah, dan sarat nilai-nilai edukasi karakter pada Jumat (4/9/2026).
Suasana kebersamaan memenuhi lapangan utama sekolah saat ribuan siswa, guru, dan staf berkumpul melantunkan gema shalawat.
Nuansa tradisi lokal pun terasa kental dengan bentangan tali berisi ribuan kemasan makanan ringan yang siap diperebutkan di akhir acara, diiringi alunan merdu grup hadrah Sterida.
Menyiapkan Lulusan Unggul Berfondasi Akhlakul Karimah
Dalam sambutannya, Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Agus Salim, S.Kom., menegaskan Sterida mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja dan mahir secara teknis, tetapi juga memiliki integritas serta kedisiplinan tinggi.
”Keterampilan vokasi dan penguasaan teknologi adalah kewajiban, tetapi adab dan akhlakul karimah adalah fondasi utamanya. Meneladani Rasulullah SAW berarti mencetak generasi yang taat aturan, menghormati sesama, dan memiliki kedisiplinan tinggi untuk menjawab tantangan dunia kerja,” tegas Agus Salim di hadapan ribuan peserta.
Langkah ini mempertegas Sterida yang menempatkan penguatan karakter dan budi pekerti sebagai pilar utama transformasi kualitas pendidikan di SMK PGRI 2 Ponorogo.
Pujian KH Kharisul Wathani: Fasilitas Bagus Harus Diimbangi Adab
Hadir sebagai penceramah utama, penceramah kenamaan Dr. KH. Muh. Kharisul Wathani, S.Ag., M.Pd. membawakan tausiyah yang komunikatif dan lugas.
Kiai Kharisul secara khusus mengapresiasi kemajuan pesat dan kualitas manajemen yang dimiliki Sterida saat ini.
”SMK PGRI 2 Ponorogo ini fasilitasnya sudah sangat bagus, manajemennya rapi, dan guru-gurunya luar biasa hebat,” puji Kiai Kharisul.
Namun, beliau mengingatkan bahwa kemewahan sarana prasarana tidak akan berarti tanpa kualitas adab dari para siswanya.
Beliau mengajak seluruh siswa untuk menjauhi perilaku tercela, menghindari tutur kata kotor, serta menanamkan sikap toleransi dan resiliensi (daya tahan) sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
”Kesuksesan masa depan tidak akan tercapai jika akhlak tidak dijaga. Jadilah generasi yang taat aturan, disiplin, serta selalu menghormati guru dan orang tua,” lanjutnya.
Tradisi Kebersamaan dan Nilai Kelokalan
Puncak acara ditutup dengan tradisi unik kembul bujana atau makan pelangan bersama antara seluruh jajaran manajemen, guru, dan siswa.
Momen ini menjadi simbol meleburnya sekat dan eratnya rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah.
Melalui perpaduan antara penguatan karakter keagamaan, pelestarian budaya lokal, dan dorongan inovasi vokasi di bawah kepemimpinan Agus Salim, S.Kom., SMK PGRI 2 Ponorogo kian mengukuhkan posisinya sebagai sekolah vokasi pilihan utama yang siap mencetak generasi beradab, berprestasi, dan siap kerja. (mas)













































