KOTA, Media Ponorogo — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., Senin (31/8/2026) melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi lapangan Stadion Batoro Katong pasca-digelarnya gelaran musik megah Jos Jis Fest.
Langkah ini diambil guna memastikan sarana publik tetap dalam kondisi aman serta mengukur dampak ekonomi lokal yang dihasilkan dari ajang tersebut.
Didampingi jajaran dinas terkait dan perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, wanita yang akrab disapa Bunda Lisdyarita ini mengelilingi area rumput utama untuk mengevaluasi secara detail dampak penggunaan stadion pasca-konser.
Kondisi Lapangan Aman, Pemkab Lakukan Perawatan Sepekan
Dari hasil peninjauan di lapangan, Bunda Lisdyarita menyampaikan rasa syukurnya karena tidak ditemukan kerusakan fatal pada struktur maupun kondisi fisik rumput stadion.
“Alhamdulillah tidak ada masalah apa-apa, semua berjalan baik. Kami bersama dinas langsung mengecek apakah ada kerusakan, seperti bekas terbakar atau kerusakan fisik lainnya. Karena dari pihak penyelenggara (EO) sejak awal siap bertanggung jawab mengganti jika ada kerusakan. Namun karena kondisinya aman, kami tinggal melakukan perawatan intensif,” ujar Lisdyarita di sela-sela peninjauan.
Ia menambahkan, pihak Pemkab Ponorogo akan memprioritaskan pemeliharaan berkala selama satu minggu ke depan guna memulihkan kesegaran rumput yang sempat nampak kurang merata warnanya.
“Kalau kita lihat rumputnya ada yang sedikit belang-blentong. Nah, setelah ini kita rawat dan bersihkan selama satu minggu agar bisa lebih subur, hijau, dan lebih bagus dari sebelumnya,” jelasnya.
Stadion Jadi Arena Multifungsi Berbasis Studi Tiru
Keberhasilan penyelenggaraan Jos Jis Fest di Stadion Batoro Katong ini sekaligus menjadi pijakan evaluasi bagi Pemkab Ponorogo dalam mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas olahraga untuk ajang hiburan skala besar di masa mendatang.
Lisdyarita mengungkapkan bahwa pemanfaatan stadion untuk ajang besar ini telah melalui tahapan pengkajian dan studi tiru di berbagai daerah yang sukses menggelar event serupa tanpa merusak sarana yang ada.
“Ini jadi acuan kita ke depan. Stadion bisa dipakai untuk berbagai kegiatan besar seperti konser, tentu dengan aturan dan regulasi yang ketat. Kaji yang sudah kita lakukan sejauh ini adalah untuk musim kemarau, dan hasil evaluasinya sangat positif,” tambahnya.
Dongkrak PAD dan Geliat Ekonomi Rakyat Kecil
Selain hiburan bagi masyarakat, ajang ini juga memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta perputaran ekonomi warga lokal. Pemasukan daerah tidak hanya bersumber dari sewa tempat, tetapi juga dari pajak hiburan, retribusi parkir, hingga kebersihan.
Di sisi lain, pergerakan ekonomi juga dirasakan langsung oleh puluhan pedagang kecil dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Ponorogo.
“Perputaran ekonominya luar biasa. Tidak hanya pedagang di dalam area hiburan yang laris, tapi pedagang di luar stadion juga sangat ramai. Terima kasih kepada pihak penyelenggara dan masyarakat yang terus memberdayakan UMKM Ponorogo. Harapan kita, di setiap event besar mendatang, UMKM lokal wajib terus dirangkul dan dibawa,” pungkasnya. (mas)











































