JENANGAN, Media Ponorogo — Wajah Desa Paringan, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo kini tampil beda dan memikat perhatian. Sebuah kantor desa berarsitektur megah berdiri kokoh, menjadi ikon baru serta kebanggaan masyarakat setempat.
Bangunan ini mengusung gaya neoklasik yang sepintas mirip dengan Istana Merdeka. Didominasi warna putih bersih, fasad depan kantor desa ini dihiasi enam pilar besar yang kokoh, lambang Garuda Pancasila berwarna keemasan di bagian tengah atas, serta deretan tiang bendera Merah Putih di sepanjang atapnya.
Tak sekadar menonjolkan nilai estetika dan visual yang mencolok di wilayah Jenangan, gedung ini dirancang representatif untuk menunjang berbagai pelayanan administratif pemerintah desa sekaligus menjadi ruang serbaguna bagi kegiatan kemasyarakatan.
Suasana makin megah terasa saat malam hari ketika tata pencahayaan lampu sorot putih menerangi seluruh badan bangunan.
Murni Tanpa Menyentuh Dana Desa
Di balik kemegahan fisik bangunan tersebut, ada hal menarik terkait sumber pendanaannya. Pihak Pemerintah Desa Paringan menegaskan bahwa proyek pembangunan fasilitas publik modern ini tidak menggunakan anggaran negara untuk desa.
“Pembangunan ini tidak menyentuh serupiah pun dari Dana Desa,” tegas Kepala Desa Paringan, KRA. Suwendi, S.H., M.Si.
Suwendi menjelaskan bahwa pembiayaan berhasil dihimpun dari sumber anggaran di luar Dana Desa (DD).
Langkah strategis ini diambil agar alokasi Dana Desa tetap utuh dan terfokus penuh untuk program pemberdayaan masyarakat serta pembangunan infrastruktur dasar yang menjadi kebutuhan prioritas warga.
Kehadiran kantor balai desa berkonsep istana ini diharapkan tak hanya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kinerja perangkat desa, tetapi juga memperkuat citra Paringan sebagai desa yang inovatif, mandiri, dan terus berkembang di Kabupaten Ponorogo. (nas/mas)











































