KOTA, Media Ponorogo – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo kembali mengerahkan petugasnya untuk memangkas dan menebang sejumlah pohon yang terindikasi telah mati demi mengantisipasi potensi pohon tumbang yang membahayakan pengguna jalan.
Pengawas Lapangan DLH Ponorogo, Heru Santoso, menjelaskan bahwa kegiatan pemangkasan dan penebangan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah jatuhnya korban akibat dahan atau ranting lapuk.
Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas tampak berjibaku menggunakan kendaraan crane hidrolik dan gergaji mesin untuk memotong dahan-dahan besar secara bertahap, sementara petugas lainnya siaga di darat untuk mengamankan jalur lalu lintas dan membersihkan serpihan kayu.
Pada operasi kali ini, tercatat ada tiga pohon yang ditangani di kawasan Wonopringgo.
Kendati demikian, fenomena matinya pohon-pohon pelindung jalan ini menyisakan keprihatinan mendalam.
DLH Ponorogo mensinyalir bahwa kematian pohon-pohon tersebut bukan disebabkan oleh faktor usia atau alami, melainkan ulah sengaja dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
Modus perusakan yang ditemukan pun beragam dan tergolong ekstrem, mulai dari dibakar, dipaku, dirusak dengan bor, hingga sengaja diracuni menggunakan zat kimia tertentu.
Melalui akun media sosial resminya, pihak DLH Ponorogo turut menyampaikan seruan kepada masyarakat setelah penanganan pohon tersebut rampung.
”DLH Ponorogo kembali bergerak. Pohon yang mati ditangani, lingkungan ikut dibersihkan. Masih ditemukan sampah dan pecahan beling di sekitar lokasi. Yuk, sama-sama lebih peduli dan jangan buang sampah sembarangan. Lingkungan kita, tanggung jawab kita,”. (mas)
















































