Home Headline Pelajar SMPN 1 Jetis Asal Sawoo Siap Wakili Indonesia di Asian Championship...

Pelajar SMPN 1 Jetis Asal Sawoo Siap Wakili Indonesia di Asian Championship 2026: Reybadra Tembus Skuad Timnas & Jalani Pelatnas U17 Modern Pentathlon

0

JETIS, Media Ponorogo – SMPN 1 Jetis kembali mengukuhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya atlet-atlet kelas dunia.

Prestasi membanggakan kali ini datang dari siswa kelas IX F, Reybadra Abhita Kuswoyo.

Pemuda berbakat kelahiran Ponorogo, 13 Februari 2011 ini, resmi terpilih masuk ke dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Tim Nasional U17 untuk cabang olahraga Modern Pentathlon Indonesia (MPI). Ia bersiap membawa nama Indonesia di ajang bergengsi Asian Championship 2026.

Keberhasilan Mas Badra—sapaan akrabnya—menembus skuad Garuda Muda menjadi bukti nyata efektivitas sistem pembinaan bakat di SMPN 1 Jetis.

Langkah Badra menuju panggung internasional tidak diraih secara instan, melainkan melalui perjuangan panjang yang penuh dengan disiplin tinggi, mulai dari kompetisi tingkat kabupaten, provinsi, hingga puncaknya di tingkat nasional.

Bakat besar putra dari pasangan Heri Kuswoyo dan Ibu Rina Puspita Dewi ini awalnya terendus oleh pihak sekolah.

Sugeng Riyono, salah satu guru olahraga senior di SMPN 1 Jetis, mengungkapkan bahwa Badra memiliki potensi luar biasa sejak dini, terutama di cabang olahraga renang dan lari.

“Awalnya Badra sangat menonjol di renang, setelah itu kami latih kemampuan larinya. Melihat potensi tersebut, pihak sekolah sering memanggil dan memfasilitasi Badra untuk mengikuti berbagai perlombaan atletik dan renang. Alhamdulillah hasilnya luar biasa,” ujar Sugeng Riyono dalam sesi wawancara.

Ketajaman performa Badra di lapangan menarik perhatian Pengurus Cabang Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Ponorogo yang dipimpin oleh Mas Beni.

Dari sinilah Badra digembleng secara intensif. Hasilnya, ia sukses menyumbang 1 medali emas dan 1 medali perak untuk Kabupaten Ponorogo di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur.

Tidak berhenti di sana, saat mewakili Jawa Timur di tingkat nasional di Jakarta, Badra kembali memborong beberapa medali emas hingga akhirnya ditarik oleh jajaran pelatih nasional untuk dibina di Pelatnas.

Bagi masyarakat awam, Modern Pentathlon mungkin terdengar cukup langka dan kompleks.

Olahraga yang berasal dari Prancis ini menuntut seorang atlet untuk menguasai lima cabang olahraga sekaligus.

Dalam ketegangan kompetisi, Badra harus melibas seluruh rangkaian disiplin yang meliputi anggar, obstacle (halang rintang), berenang, dan diakhiri dengan laser run (kombinasi lari dan menembak).

Menariknya, seluruh rangkaian olahraga berat tersebut harus diselesaikan secara langsung berturut-turut tanpa adanya jeda istirahat.

“Saya sangat tertarik karena bagi saya olahraga ini sangat menantang,” kata remaja yang tinggal di RT 03/RW 03 Dukuh Petung, Desa Tempuran, Kecamatan Sawoo ini.

“Perasaan saya tentu sangat senang dan bangga mendapat kesempatan luar biasa ini.”

Menjadi seorang atlet nasional di usia sekolah menuntut pengorbanan yang tidak sedikit.

Sebelum resmi masuk Pelatnas yang dijadwalkan berlangsung di Yogyakarta dari tanggal 19 Mei hingga 19 Juni 2026, Badra sudah menjalani rutinitas latihan mandiri yang sangat ketat.

Setiap hari ia wajib membagi porsi latihan mandiri untuk lima cabang olahraga.

Bahkan, demi mengasah kemampuan anggar, setiap hari Jumat sepulang sekolah dari Jetis, Badra harus langsung bertolak ke Surabaya menggunakan bus umum dan baru kembali ke Ponorogo pada hari Minggu.

Tak hanya itu, untuk latihan obstacle, ia juga harus kerap menempuh perjalanan ke Yogyakarta.

Meskipun jadwal latihan dan mobilitasnya sangat padat, Badra tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama.

“Setelah selesai latihan, saya pasti menyempatkan diri untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas sekolah sebelum beristirahat,” ungkap siswa kelas IX tersebut.

Keberhasilan Badra tidak lepas dari iklim kepedulian yang dibangun oleh SMPN 1 Jetis. Dukungan moral dan kompensasi akademis diberikan penuh agar sang atlet bisa fokus membela negara.

“Bapak dan Ibu guru selalu memberikan arahan, perhatian, dan selalu mendoakan saya. Begitu juga teman-teman di sekolah yang terus memberikan motivasi dan doa,” tutur Badra penuh syukur.

Bagi SMPN 1 Jetis, pencapaian Reybadra Abhita merupakan validasi dari komitmen sekolah dalam program kerja penggalian potensi siswa.

Sugeng Riyono menegaskan bahwa sekolah selalu berusaha semaksimal mungkin untuk memfasilitasi dan mengembangkan bakat apa pun yang dimiliki anak didik hingga menghasilkan prestasi konkret.

“Ini terbukti, hampir setiap tahun selalu ada atlet dari SMPN 1 Jetis yang berkibar di tingkat Jawa Timur, bahkan sekarang akhir-akhir ini sudah menembus tingkat nasional. Kami berharap prestasi dari Badra, maupun Rizki (atlet SMPN 1 Jetis lainnya), dapat memotivasi adik-adik kelasnya untuk terus mengejar prestasi di level tertinggi,” tambah Sugeng.

Kini, dengan target tinggi naik ke atas podium di ajang Asian Championship 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Yogyakarta, Reybadra Abhita Kuswoyo siap membawa harum nama Indonesia, Ponorogo, dan almamater tercintanya, SMPN 1 Jetis, ke pentas Asia. (gus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here