Home Birokrasi Imam Saifudin, S.Pd, M.Or Wariskan Segudang Prestasi di SMPN 1 Ponorogo: Kadindik...

Imam Saifudin, S.Pd, M.Or Wariskan Segudang Prestasi di SMPN 1 Ponorogo: Kadindik Minta Kuat S.Pd Lanjutkan Prestasi & Lahirkan Karya Hebat

0

KOTA, Media Ponorogo – SMP Negeri 1 Ponorogo kini memiliki nakhoda baru. Kursi kepemimpinan sekolah menengah pertama tertua di Bumi Reog tersebut resmi berpindah.

Dari Pelaksana Tugas (Plt) Imam Saifudin S.Pd M.Or kepada Kuat S.Pd, kepala sekolah definitif yang sebelumnya bertugas di SMPN 3 Ngrayun.

Prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang berlangsung khidmat, Rabu (13/5/2026) juga menjadi ajang apresiasi atas stabilitas prestasi sekolah.

Berdasarkan petikan SK Bupati Ponorogo Nomor 800.1.3.3.1/ASN/285/405.25/2024, estafet kepemimpinan ini resmi berjalan per 1 April 2024.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Ponorogo Drs H Nurhadi Hanuri MM memberikan nilai plus atas kinerja Imam Saifudin selama 18 bulan menjabat sebagai Plt.

Di bawah kendali Imam, SMPN 1 dinilai sukses menjaga branding sebagai barometer pendidikan di Ponorogo.

“Prestasinya luar biasa. Reognya tetap jaya, karawitannya juga tetap jaya. Mas Imam sudah membuktikan bahwa SMPN 1 tetap di jalur juara,” puji Nurhadi Hanuri dalam sambutannya.

“Pergi ke Ponorogo membeli getuk Golan, Jangan lupa juga beli durian.
Terima kasih Mas Imam atas pengabdian, Jasamu tak akan pernah kami lupakan,” pantun khusus Kadindik untuk Imam.

Imam Saifudin,S.Pd, M.Or pun mengakui bahwa menjaga marwah SMPN 1 bukan perkara mudah.

Namun, berkat kolaborasi erat dengan guru, komite, hingga lintas sektor, moto ‘Karyaku, Prestasi Terbesarku’ berhasil diwujudkan dalam berbagai capaian akademik maupun non-akademik.

“Selama satu setengah tahun ini, berkat bimbingan Bapak Kadindik dan kolaborasi luar biasa rekan-rekan guru serta komite, kita bisa menjaga integritas SMPN 1 tetap di puncak. Siswa-siswi kita terus membuktikan diri lewat prestasi akademik maupun non-akademik sesuai visi ‘Karyaku, Prestasi Terbesarku’,” ujar Imam Saifudin.

Kini, Imam kembali ke pangkalan utamanya di SMPN 2 Ponorogo. “Terakhir, saya mohon izin sekaligus undur diri dari SMPN 1 Ponorogo untuk kembali ke pangkalan utama kami di SMP Negeri 2 Ponorogo. Saya berdoa semoga SMPN 1 selalu menjadi yang terbaik, tetap eksis dengan semangat baru, dan prestasi yang semakin jaya,” ujarnya.

Sementara itu, Kuat, S.Pd., kepala SMPN 1 Ponorogo yang baru mengaku merasa terhormat sekaligus memikul beban moral yang besar.

“Berada di sini seperti mimpi. Saya menyadari bahwa jabatan adalah titipan, namun nasib ribuan anak yang menggantungkan masa depannya di sini adalah tanggung jawab besar yang harus kita pikul bersama melalui kolaborasi,” ungkap Kuat dalam pidatonya yang menyentuh.

Kuat menyadari ekspektasi masyarakat sangat tinggi terhadap sekolah ini. “Saya melangkah dengan niat mengabdi. Saya memohon dukungan penuh dari Bapak/Ibu guru dan komite agar prestasi yang ada bisa terus bertahan dan bahkan melejit lebih tinggi,” tutur Kuat.

Ia mengakui bahwa standar prestasi yang ditinggalkan pemimpin sebelumnya merupakan tantangan sekaligus pemacu semangat baginya.

“Terima kasih kepada Bapak Imam selaku Plt. Jejak prestasi panjenengan adalah standar tinggi yang akan saya jadikan pemacu dan barometer kinerja. Untuk itu, mohon kiranya panjenengan tetap membimbing dan mengarahkan kami sehingga prestasi-prestasi yang ada di SMPN 1 ini nantinya bisa bertahan, berkembang, dan melejit menjadi yang terbaik di Ponorogo,” pintanya.

Kadindik Drs H Nurhadi Hanuri, MM menekankan bahwa penempatan Kuat di SMPN 1 didasarkan pada evaluasi kinerja, prestasi, sistem dan kemampuan komunikasi yang baik.

“Buat Mas Kuat yang terus kuat mudah-mudahan. Nama panjenengan sudah mencerminkan bahwa pemimpin itu harus kuat di mana saja. Nggih. Jadi perpindahan estafet ini merupakan suatu hal yang biasa. Nggih. Sehingga siapa pun punya kesempatan untuk bisa menduduki jabatan di mana pun,” paparnya.

Kadindik Nurhadi Hanuri menitipkan pesan agar Kuat S.Pd segera melakukan konsolidasi lintas sektoral.

“Titipan saya utama adalah selama ini SMP 1 selalu nomor satu, maka panjenengan harus bisa melestarikan tradisi ini. Dorong guru-guru untuk terus berkarya hebat agar bisa bersaing di tingkat nasional,” tegas Kadindik.

“SMPN 1 harus terus melahirkan karya hebat. Jangan hanya jadi guru biasa, tapi jadilah pendidik yang punya prestasi luar biasa,” pesannya menutup acara yang diwarnai dengan saling balas pantun tersebut. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here