Home Headline Luar Biasa! 127 Siswa SD Muhammadiyah Ponorogo Khotmul Qur’an & Imtihan Metode...

Luar Biasa! 127 Siswa SD Muhammadiyah Ponorogo Khotmul Qur’an & Imtihan Metode Ummi Angkatan II Kategori Tartil, Turjuman dan Tahfidz Juz 30, 29, 28, 1 & 2

0

KOTA, Media Ponorogo – Gema ayat suci Al-Qur’an bergaung khidmat di Gedung Expotorium, Sabtu pagi (16/5/2026).

Sebanyak 127 siswa SD Muhammadiyah Ponorogo (SD Muhipo) mengikuti Khotmul Qur’an dan Imtihan Metode Ummi Angkatan II.

Para santri ini dinyatakan lulus ujian penjaminan mutu yang ketat untuk kategori Tartil, Turjuman, serta Tahfidz Juz 30, 29, 28, 1, dan 2.

Kegiatan ini dibuka dengan khidmat lewat lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh para santri mulai dari surat Al Fatihah, At Takatsur sampai An-Nas.

Dilanjutkan dengan surat Al-Baqarah ayat 1-5, dan dipungkasi dengan doa Khatmul Qur’an yang merdu.

Dalam laporan pendidikan yang disampaikan oleh Ustaz Dimas Arianto Zulfikar, M.Pd.I, jumlah peserta tahun ini mengalami lonjakan drastis hingga dua kali lipat dibanding angkatan pertama.

Sebanyak 127 siswa resmi diwisuda setelah dinyatakan lulus ujian penjaminan mutu yang ketat.

Dari total wisudawan tersebut, rinciannya terdiri atas kategori Tartil (51 anak), Turjuman (36 anak), Tahfidz Juz 30 (22 anak), Juz 29 (20 anak), dan Juz 28 (13 anak).

Spesialnya, terdapat satu siswa yang sukses menuntaskan kategori Tahfidz Juz 1 & 2, sekaligus mengantongi hafalan 5 juz mutqin di usia sekolah dasar.

Selain itu, ada 16 siswa kreatif yang berhasil lulus di dua kategori sekaligus (double category).

Momen paling mendebarkan sekaligus memukau hadirin terjadi saat sesi Imtihan (Uji Publik) yang dipandu Al-Ustadz Muhammad Munrais Amin, M.Pd.I. dan Al-Ustadz Ahmad Masrukhin, M.Pd.

Di hadapan ratusan undangan, para santri diuji secara acak oleh tim munaqisy (penguji eksternal) dari Ummi Madiun Raya, tokoh masyarakat, hingga wali murid sendiri.

Salah satu wisudawati, Naina, sukses memukau ruangan saat diuji pada kategori Turjuman dan Tahfidz Juz 28. Dengan penuh konsentrasi, ia menyambung potongan QS. Al-Hasyr ayat 7 yang dibacakan penguji dengan sangat lancar, termasuk menjawab makna dan keutamaan doa sujud secara lugas.

“Nilainya berapa Bapak-Ibu?” tanya ustadz pemandu acara. “Seratus!” jawab ratusan hadirin kompak disusul gemuruh tepuk tangan.

Kepala SD Muhammadiyah Ponorogo, Hj. Hartiningsih, S.Pd. (Bu Ning), tidak kuasa menyembunyikan rasa haru dan bangganya.

Menurutnya, tahun ini ada lompatan besar dengan hadirnya kategori Turjuman (metode penerjemahan dan pemahaman ayat).

“Jadi anak-anak tidak hanya bagus bacaannya, tapi juga mulai memahami maknanya,” ujar Bu Ning.

Ia membeberkan, kunci sukses program keagamaan di sekolahnya terletak pada sinergi Tiga Pilar Hebat, yakni siswa yang tangguh, orang tua yang hebat dalam mendampingi murajaah, serta program sekolah yang konsisten.

Kesaksian senada disampaikan oleh Dra. Musyarofa, S.Pd., perwakilan wali murid kelas takhasus (tahfidz).

Dengan suara bergetar menahan haru, ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada dedikasi para guru.

“Mendidik anak di zaman sekarang tidak mudah. Namun di SD Muhipo, anak-anak kami dibentuk karakter islaminya dan didekatkan dengan Al-Qur’an sejak dini. Perjuangan anak-anak bangun pagi, mengaji, dan murajaah setiap hari terbayar lunas hari ini. Ini adalah bekal masa depan yang luar biasa,” ungkap Musyarofa.

Apresiasi tinggi juga datang dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo beserta Majelis Dikdasmen.

Perwakilan PDM Ponorogo, Suyoto, S.Ag, MA, M.Pd, menyatakan bahwa langkah orang tua menitipkan anak ke SD Muhipo adalah investasi akhirat yang tepat untuk membentengi anak dari dampak negatif media sosial.

“Format uji publik yang mantap dan transparan seperti ini harus dikembangkan ke seluruh sekolah Muhammadiyah di Ponorogo melalui Forum Kepala Sekolah (FKSM). SD Muhipo telah sukses menjadi role model nyata,” tandas Suyoto.

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan, SD Muhipo juga memfasilitasi kelas mengaji khusus bagi wali murid setiap hari Sabtu. Hal ini dilakukan agar tercipta keselarasan ilmu antara anak dan orang tua di rumah. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here