BABADAN, Media Ponorogo – SMA Negeri 1 Babadan (Smazaba) kembali meneguhkan posisinya sebagai salah satu sekolah unggulan di Bumi Reog.
Dalam prosesi Pelepasan Murid Kelas XII SMAN 1 Babadan Angkatan XXVII yang digelar Rabu (13/5/2026), tidak sekadar melepas 326 siswa, tetapi juga menunjukkan keberhasilan kurikulum berbasis karakter dan prestasi.
Kejutan spesial hadir melalui video motivasi dari alumni sukses, Letkol Pas Didik Adi Susanto, S.E., M.Han. (Komandan Batalyon Arhanud 22 Pasgat Lanud Iswahjudi).
Kehadiran alumnus 2002/2003 Smazaba yang sukses meniti karier militer, secara virtual menjadi kejutan sekaligus bukti nyata bahwa lulusan Smazaba mampu bersaing di level strategis nasional.
“Sekolah ini telah memberikan bekal yang lebih dari cukup. Ingatlah, sukses bukan hanya soal menjadi hebat untuk diri sendiri, tapi bagaimana kita bermanfaat bagi bangsa dan negara,” pesan pesan Letkol Pas Didik kepada para juniornya.
Kepala SMAN 1 Babadan, Drs. H. Mukh Aslam Ashuri, M.M., melalui Wakasek Kesiswaan H. Bambang Wijanarko, M.Si., menegaskan bahwa capaian Letkol Pas Didik, membuktikan diri bahwa alumni Smazaba mampu berkiprah di mana-mana.
“Artinya mulai dari kedinasan, perguruan tinggi, sampai mungkin di bidang kerja. Karena beberapa siswa yang tidak bisa ikut hari ini karena mohon maaf sudah dapat pekerjaan. Mereka ancang-ancang untuk kuliah, tapi kerja dulu baru nanti kuliah. Artinya mana yang terbaik bagi mereka, kesempatan itu diambil,” paparnya.
Ia menegaskan, SMAN 1 Babadan berkomitmen menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual.
“Selain prestasi akademik, kami memberikan reward untuk kelas olahraga yang berprestasi di tingkat regional hingga internasional, serta apresiasi khusus bagi siswa yang berhasil menjadi Tahfidz Al-Qur’an 30 juz,” ujar Bambang Wijanarko.
Berdasarkan data sekolah, beberapa nama yang mencatatkan prestasi terbaik antara lain Anggita Cahya Febriyanti (Saintek 1), Keysa Nabila Ayu Sita (Saintek 2), dan Azrillia Zerani (Soshum).
Di bidang non-akademik, Rakha Nawal Shabih menjadi yang terbaik di bidang olahraga, sementara Revina Chintya Fabella meraih predikat membanggakan sebagai Hafizah 30 Juz.
Keberhasilan pendidikan di Smazaba juga dibuktikan dengan banyaknya siswa yang sudah diterima di perguruan tinggi maupun dunia kerja sebelum wisuda dilaksanakan.
Luar biasanya lagi, tercatat 26 siswa lolos jalur SNBP, bahkan siswa kelas X KKO, Felicia Beatrice Nathaniela, sudah menjadi ikon prestasi sekolah.
Bambang menambahkan, fleksibilitas lulusan Smazaba sangat tinggi. Selain banyak yang menembus PTN dan kedinasan (TNI/Polri), beberapa siswa bahkan sudah terserap di dunia kerja sebelum ijazah resmi diterima.
“Inilah jati diri Smazaba. Kami menyiapkan generasi yang siap menempuh pendidikan setinggi-tingginya, namun juga tangguh jika harus langsung terjun ke masyarakat. Kami adalah rumah bagi para calon pemimpin masa depan,” ujarnya optimis.
Pihak sekolah menekankan bahwa di era digital ini, karakter tetap menjadi prioritas utama.
SMAN 1 Babadan berkomitmen membekali siswa dengan adab dan sopan santun sebagai modal utama memimpin bangsa di masa depan.
“Sumber ilmu pengetahuan sekarang sangat luas, anak-anak bisa belajar dari mana saja. Namun, adab dan karakter adalah fondasi yang kami tanamkan agar mereka siap menjadi pemimpin yang amanah,” pungkas H. Bambang Wijanarko.
Dengan capaian tahun ini, SMAN 1 Babadan sukses mengirimkan pesan kuat kepada masyarakat: bahwa kualitas pendidikan di pinggiran kabupaten pun mampu menghasilkan prestasi berskala nasional. (mas)















































