Home Budaya Spektakuler: Gelar Tari Massal 150 Jathil & 15 Dadak Merak, Peringatan Dies...

Spektakuler: Gelar Tari Massal 150 Jathil & 15 Dadak Merak, Peringatan Dies Natalis Ke-49 SMK PGRI 1 Ponorogo

0

KOTA, Media Ponorogo – Peringatan Dies Natalis ke-49 SMK PGRI 1 Ponorogo yang dikolaborasikan dengan tradisi Bersih Desa Kelurahan Kepatihan berlangsung spektakuler pada Sabtu (16/5/2026).

Sekolah yang terletak di Jalan Irawan ini sukses menyita perhatian publik dengan menampilkan tari massal 150 Jathil dan aksi 15 Dadak Merak secara bersamaan.

Kemeriahan acara tidak hanya berpusat di lapangan sekolah, melainkan meluas hingga ke lima titik strategis di wilayah kota.

Penampilan kolosal tersebut menyebar di sepanjang Jalan Parikesit, Jalan Wibisono, Jalan Ahmad Yani bagian barat dan timur, serta Jalan Irawan.

Kepala SMK PGRI 1 Ponorogo, Bahari Pujianto, S.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan sekitar 150 personel penari jathil dan 15 dadak merak.

Selain menyambut hari jadi sekolah yang jatuh pada 1 Juli 2026, acara ini merupakan wujud sinergi nyata antara lembaga pendidikan dan masyarakat dalam melestarikan budaya daerah.

“Ini adalah bentuk sinergi kami dengan masyarakat dan lingkungan sekolah. Melalui kolaborasi dengan Kelurahan Kepatihan, kita bersama-sama ikut melestarikan budaya hingga tercipta kegiatan yang spektakuler ini,” ujar Bahari dalam sambutannya.

Agenda besar ini turut dihadiri oleh jajaran forkopimca, termasuk Camat Ponorogo, Lurah Kepatihan., serta didukung oleh 9 grup reog.

Di antaranya adalah Reog Darmojoyo, Singo Manggolo, Gading Wicaksono, Putro Mudo Purbosuman, Simo Wilis Nologaten, Gembong Tengala Kutho, Arjuna Galeri SWP, Kampak Patik Pulung, hingga Singo Sukomandiri Sukorejo.

Apresiasi tinggi datang dari budayawan Reog, Mbah Pur Warog Gendeng (MPWG).

Dalam orasinya, ia memuji konsistensi SMK PGRI 1 Ponorogo yang selama 49 tahun aktif mencetak generasi muda berkarakter dan peduli pada kebudayaan daerah.

Terutama Reog Ponorogo yang kini menjadi warisan budaya tak benda dunia. Mbah Pur juga mendorong sekolah untuk terjun ke ajang Festival Reog tingkat nasional tahun depan.

Menjawab tantangan tersebut, Bahari Pujianto mengungkapkan bahwa SMK PGRI 1 Ponorogo—yang selama ini dikenal sebagai basis penari jathil berbakat—kini tengah merintis grup reog mandiri bernama “Gambir Anom”.

“Harapannya, melalui rintisan grup Gambir Anom ini, SMK PGRI 1 Ponorogo ke depan memiliki grup reog utuh yang siap berkompetisi di tingkat nasional,” pungkas Bahari. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here