Home Budaya SMPN 5 Ponorogo Sukses Kembangkan “Kamis Keren”: Inovasi Crysna Rhany Ningrum Kembalikan...

SMPN 5 Ponorogo Sukses Kembangkan “Kamis Keren”: Inovasi Crysna Rhany Ningrum Kembalikan Interaksi Sosial Siswa di Era Digital

0

KOTA, Media Ponorogo – Layar gawai yang terus menyala perlahan mengikis kepekaan sosial generasi muda. Menjawab ancaman laten itu, SMPN 5 Ponorogo meluncurkan terobosan segar.

Di bawah kepemimpinan Crysna Rhany Ningrum, S.Kom, sekolah ini konsisten memoles karakter ratusan muridnya lewat inovasi “Kamis Keren”.

​Layar ponsel pintar kerap kali menjadi tembok tebal yang memisahkan remaja dari dunia nyata.

Fenomena anak-anak yang asyik dengan dunia maya, minim empati, hingga rentan terpapar gangguan kesehatan mental seperti overthinking dan kecemasan (anxiety) menjadi perhatian serius manajemen SMPN 5 Ponorogo.

​

Ratusan siswa muslim SMPN 5 Ponorogo mengikuti Kamis Keren diawali dengan sholat dhuha berjamaah.

Melihat realita tersebut, Kepala SMPN 5 Ponorogo, Crysna Rhany Ningrum, S.Kom, bergerak cepat meracik formula edukasi yang solutif.

Sejak awal tahun ajaran 2026/2027 pada Juli lalu, pihak sekolah secara kontinyu menggulirkan program bertajuk “Kamis Keren”.

Sebuah ruang kreasi mingguan yang didesain khusus untuk menarik kembali para siswa dari keterungkungan dunia digital ke alam interaksi nyata.

​”Kami melihat semakin hari anak-anak semakin terjerat penggunaan gadget. Karakter mereka bisa tumpul jika tidak diajak berinteraksi. Lewat Kamis Keren, kami ingin mengembalikan anak-anak ke dunia nyata, agar mereka paham interaksi sosial dan peduli dengan lingkungan sekitarnya,” ungkap Crysna Rhany Ningrum dengan nada penuh optimisme.

Suasana Kamis Keren diisi tausiyah agama islam untuk siswa muslim dikawal langsung Kepala SMPN 5 Ponorogo Crysna Rhany Ningrum, S.Kom.

​Suasana Hari Kamis di SMPN 5 Ponorogo tak lagi monoton. Setiap minggunya, area sekolah disulap menjadi tiga zona aktivitas interaktif yang berlangsung di aula, masjid, serta lapangan terbuka.

​Tidak sekadar kegiatan internal, Crysna bersama timnya secara rutin mendatangkan para pakar dan praktisi lintas sektor untuk memberikan wawasan langsung kepada para siswa.

​Edukasi Mental & Kesehatan: Gandeng psikolog dan Dinas Kesehatan untuk mengurai persoalan kecemasan remaja serta dampak buruk ketergantungan gawai.

​Keamanan & Hukum: Menghadirkan jajaran Kepolisian untuk mengedukasi tertib lalu lintas, bahaya narkoba, hingga etika bermedia sosial agar terhindar dari cyberbullying.

​Pengembangan Diri: Melibatkan praktisi wirausaha, penggiat pendidikan, Kementerian Agama, hingga instruktur senam untuk mengasah kebugaran dan jiwa kewirausahaan siswa.

“​Langkah ini dirancang untuk menancapkan lima pilar karakter utama pada diri siswa: Kreatif, Edukatif, Religius, Enerjik, dan Nasionalis,” ujarnya.

Tausiyah agama islam oleh ustadz dalam rangka Kamis Keren SMPN 5 Ponorogo sekaligus peringatan Hari Santri Nasional diikuti siswa muslim.

​Wujudkan Sekolah Inklusif Lewat Pembinaan Lintas Agama

​Komitmen Crysna Rany Ningrum dalam memberikan pelayanan pendidikan yang adil dan inklusif kian terasa pada pembaruan program terkini.

Tak hanya berfokus pada pembinaan keagamaan mayoritas, SMPN 5 Ponorogo menggebrak dengan menghadirkan tiga tokoh agama sekaligus—Islam (Ustadz/Kiai), Kristen Protestan (Pendeta), dan Katolik (Pastor/Pendeta)—dalam sesi pembinaan spiritual bersamaan.

Seperti tampak pada giat Kamis 22 Oktober 2026 bertepatan dengan Hari Santri Nasional.

Siswa non muslim SMPN 5 Ponorogo mengikuti ceramah agama Katolik & Protestan.

Bagi siswa muslim mengikuti kegiatan dimulai pagi diawali Sholat Dhuha berjama’ah dilanjutkan pengajian oleh ustadz Ismail. Di sisi lain, bagi non muslim, sekolah mengundang Pendeta Katolik dan Pendeta Protestan.

​”Di sekolah kami ada siswa beragama Islam, Kristen, dan Katolik. Kami ingin memberikan pelayanan yang sama adilnya. Tidak ada yang dibedakan, semua terfasilitasi penuh oleh sekolah agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang taat pada tuntunan agamanya masing-masing,” tegas Crysna.

​

SMPN 5 Ponorogo menghadirkan ceramah agama Katolik & Protestan bagi siswanya.

Pola pendekatan humanis yang diterapkan Crysna bukan berarti memusuhi teknologi secara buta.

Kasek yang berlatar belakang Sarjana Komputer (S.Kom) ini justru paham betul bagaimana menempatkan teknologi pada porsi yang tepat.

​”Gadget itu bukan sesuatu yang harus selalu dielu-elukan, melainkan alat bantu untuk meningkatkan value setiap murid. Ketika anak-anak tahu manfaat dan batasannya, teknologi akan menjadikan mereka manusia unggul. Inilah komitmen kami di SMPN 5 Ponorogo,” pungkasnya.

​Inovasi berkelanjutan yang diusung Crysna Rhany Ningrum tak hanya berhasil mengubah wajah SMPN 5 Ponorogo menjadi sekolah yang dinamis dan dicintai murid-muridnya, tetapi juga menjadi role model pembentukan karakter remaja unggul di Bumi Reog. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here