Home Headline Edukasi Demokrasi Sejak Dini, SMPN 5 Ponorogo Terapkan Seleksi Berjenjang & Debat...

Edukasi Demokrasi Sejak Dini, SMPN 5 Ponorogo Terapkan Seleksi Berjenjang & Debat Terbuka Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS

0

KOTA, Media Ponorogo – SMP Negeri 5 Ponorogo di bawah kepemimpinan inovatif Crysna Rhany Ningrum, S.Kom kembali membuktikan kualitasnya dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini.

Melalui perhelatan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS Masa Bakti 2026/2027, ratusan siswa diajak merasakan secara langsung atmosfer pemilu yang jujur, adil, transparan, dan edukatif.

Dyah Retno Wulan, S.Pd Wakil Kepala Sekolah (Waka) bidang Kesiswaan menerangkan, proses seleksi calon kandidat dirancang sangat matang dan terstruktur.

Mengusung semangat “Mencari yang Terbaik dari yang Baik”, kesiswaan menerapkan alur penyaringan bertahap yang ketat.

​Seleksi Berjenjang: Dari Kelas hingga Debat Terbuka

​Proses dimulai dari tingkat kelas, di mana setiap wali kelas selama satu bulan menyeleksi dan mendelegasikan siswa-siswi terbaiknya.

“Selain jalur delegasi, kesiswaan juga membuka pendaftaran mandiri demi memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi seluruh siswa yang memiliki potensi kepemimpinan,” ungkapnya.

​Dari total 74 peserta yang lolos tahap awal, para siswa wajib mengikuti tes tulis dan wawancara. “Hasilnya, 36 siswa terpilih sebagai jajaran calon OSIS,” ungkapnya.

Selanjutnya, disaring kembali menjadi tiga pasangan calon (Paslon) yang berhak maju ke panggung orasi dan debat terbuka.

​”Rangkaian seleksinya memang cukup panjang karena tujuannya satu: kami ingin mencari yang terbaik dari anak-anak yang baik untuk memimpin organisasi tertinggi di sekolah ini,” tegas Ibu Retno.

​Layaknya ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), suasana panggung demokrasi di SMP Negeri 5 Ponorogo makin menarik saat digelarnya sesi Debat Kandidat Ketua dan Wakil Ketua OSIS Masa Bakti 2026/2027.

Tiga pasangan calon (paslon) saling adu argumentasi, mempertajam visi-misi, serta mempertahankan program kerja di hadapan ratusan pasang mata siswa dan dewan guru.

​Format debat yang mengadopsi sistem empat sesi ini tidak hanya menguji ketangkasan gagasan Paslon 1 (Michel-Andisty), Paslon 2 (Cikal-Davenia), dan Paslon 3 (Syamsul-Feodora), tetapi juga menjadi ruang edukasi politik nyata bagi seluruh warga sekolah.

​Sistem Pencoblosan Luber-Jurdil

​Puncak ajang demokrasi ini akan berlangsung pada 27 Oktober 2026 melalui mekanisme pemungutan suara langsung.

Sebanyak 896 siswa beserta guru dan staf administrasi sekolah akan menyalurkan hak pilih mereka di 2 Tempat Pemungutan Suara (TPS/KPPS) yang disiapkan di lingkungan sekolah.

“Menariknya, seluruh kepanitiaan pencoblosan dikelola secara mandiri oleh siswa kelas 9,” sebutnya.

​Usai pemilihan dan pelantikan, pengurus terpilih akan dibekali Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) yang bekerja sama dengan Kodim Ponorogo serta instansi terkait, diselingi kegiatan outbound untuk melatih teamwork dan manajemen waktu.

​Kepala SMPN 5 Ponorogo, Crysna Rhany Ningrum, S.Kom menyambut positif pembelajaran politik nilai ini.

​”Semoga anak-anak bisa berlatih menjadi pemimpin yang baik, amanah, dan mampu menyampaikan visi-misi untuk kemajuan SMP Negeri 5 Ponorogo. Kegiatan demokrasi ini adalah sarana belajar bagi seluruh siswa untuk memilih wakil yang menyerap aspirasi secara Luber (Langsung, Umum, Bebas, Rahasia) dan Jurdil (Jujur dan Adil),” tuturnya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here