Home Headline Dosen UNIDA Gontor Lakukan Pendampingan Literasi Keuangan di SMK PGRI 1 Ponorogo

Dosen UNIDA Gontor Lakukan Pendampingan Literasi Keuangan di SMK PGRI 1 Ponorogo

0

KOTA, Media Ponorogo – Derasnya arus digitalisasi di satu sisi membawa kemudahan, namun di sisi lain menyimpan ancaman laten yang mengintai generasi muda, khususnya terkait kejahatan finansial berbasis siber.

Menyadari urgensi tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dosen Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor bergerak nyata dengan menggelar agenda Pendampingan Literasi Keuangan pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Kegiatan yang difokuskan pada perencanaan keuangan, antisipasi penipuan online (daring) dan bahaya judi online (judol) ini bertempat di aula SMK PGRI 1 Ponorogo.

Dimulai tepat pukul 08.00 WIB hingga selesai, acara ini dirancang untuk memberikan proteksi dini dan pemahaman bagi pelajar agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran kejahatan digital yang kian memprihatinkan.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) UNIDA Gontor yang turun langsung dalam aksi sosial-edukatif ini diketuai oleh Assoc. Prof. Dr. Mufti Afif, Lc., M.A. didampingi oleh dua anggota tim yaitu Dr. Meichio Lesmana, M.E., dan Indra Sholeh Husni, S.E., M.E.

Kehadiran para akademisi ini membawa misi besar untuk mentransfer ilmu manajemen keuangan yang aman di era modern.

Agenda ini dibuka secara resmi melalui sambutan hangat yang disampaikan oleh Kepala Sekolah SMK PGRI 1 Ponorogo, Bapak Bahari Pujianto, S.Si. Dalam pidato pembukaannya, beliau menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi serta rasa terima kasih atas inisiatif dan kepedulian yang ditunjukkan oleh civitas akademika UNIDA Gontor.

Menurut Bapak Bahari Pujianto, materi yang dibawakan sangat relevan dengan dinamika serta tantangan digital yang dihadapi oleh para remaja masa kini, di mana gawai dan transaksi digital sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, Ketua Tim PkM UNIDA Gontor, Assoc. Prof. Dr. Mufti Afif, Lc., M.A., memberikan sambutan yang menggugah kesadaran audiens.

Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa kecerdasan finansial (financial literacy) harus dibentuk sejak dini.

Hal ini dinilai sebagai benteng pertahanan utama yang paling efektif agar para remaja memiliki daya tangkal yang kuat, sehingga tidak mudah terjebak dalam lingkaran setan judi online maupun berbagai rayuan manipulatif dari penipuan digital yang kian canggih modusnya.

Kegiatan literasi keuangan ini tidak sekadar menjadi forum searah, melainkan dikemas secara interaktif dengan melibatkan sekitar 70 siswa pilihan yang berasal dari kelas X dan XI.

Para peserta tersebut merupakan siswa-siswi dari Jurusan Akuntansi serta Jurusan Bisnis Digital.

Pemilihan audiens ini dinilai sangat tepat sasaran dan strategis, mengingat kompetensi keahlian yang mereka pelajari bersentuhan langsung dengan transaksi keuangan, pasar digital, dan ekosistem siber.

Untuk memastikan bahwa pesan dan pendampingan ini benar-benar efektif serta terserap optimal, seluruh tim PkM UNIDA Gontor turun langsung mengawal jalannya materi dengan menerapkan metode evaluasi yang ketat melalui tiga tahapan utama:

Pre-test: Dilakukan di awal sesi sebelum pemaparan dimulai. Tahapan ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana pemahaman awal serta tingkat sensitivitas para siswa terhadap risiko dan ancaman keamanan keuangan digital saat ini.

Penyampaian Materi Inti: Masuk pada sesi utama, tim membedah secara gamblang berbagai modus penipuan online terbaru.

Tidak hanya itu, para siswa juga diberikan wawasan mengenai bahaya laten judi online yang merusak dari dua sisi sekaligus, yaitu kehancuran finansial secara sistemik dan gangguan kesehatan mental.

Sebagai solusi nyata, tim dosen membagikan tips praktis mengenai cara mengelola dan mengalokasikan uang secara bijak di era serba digital.

Post-test: Digelar di akhir acara setelah seluruh rangkaian materi disampaikan. Ujian akhir ini berfungsi sebagai instrumen evaluasi yang akurat untuk mengukur grafik peningkatan pemahaman, sekaligus menjadi bukti keberhasilan bahwa para siswa telah memahami materi keuangan sebesar 93% setelah menerima pembekalan dari para pemateri.

Sepanjang acara berlangsung, atmosfer aula SMK PGRI 1 Ponorogo tampak hidup dan penuh energi.

Agenda PkM ini mendapatkan antusiasme yang luar biasa dari para siswa. Mereka tidak canggung untuk aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan kritis, dan mengikuti seluruh simulasi serta rangkaian acara dengan penuh semangat dari awal hingga akhir.

Selain memberikan materi teori, tim PkM juga mengadakan sesi pendampingan praktis bagi para siswa dalam melakukan pencatatan pendapatan dan pengeluaran secara digital menggunakan berbagai aplikasi keuangan yang banyak beredar di Playstore.

Melihat dampak positif yang begitu nyata bagi perkembangan karakter dan proteksi siswa, pihak manajemen sekolah menaruh harapan besar pada keberlanjutan program ini.

Pihak sekolah berharap agar kerjasama sinergis dan pendampingan serupa dapat diadakan kembali di kemudian hari dengan jangkauan yang lebih luas.

Pihak SMK PGRI 1 Ponorogo menginginkan agar di masa depan, seluruh siswa tanpa terkecuali bisa mendapatkan pembekalan dan pengalaman bernilai yang sama demi terciptanya generasi muda yang cerdas, bijak, dan aman dalam bertransaksi digital. (ish)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here