Home Budaya Sepuluh Windu SMPN 1 Ponorogo: Mengakar dalam Sejarah, Menjulang dalam Prestasi

Sepuluh Windu SMPN 1 Ponorogo: Mengakar dalam Sejarah, Menjulang dalam Prestasi

0

Di Bawah Nakhoda Kuat, S.Pd: Sepuluh Windu Mengakar dalam Sejarah, Menjulang dalam Prestasi, dan Abadi di Setiap Generasi

KOTA, Media Ponorogo – Delapan dekade bukanlah sekadar angka perjalanan waktu. Bagi SMP Negeri 1 Ponorogo, usia 80 tahun adalah bukti ketangguhan, konsistensi, dan kedewasaan dalam merawat mutu pendidikan di Bumi Reog.

Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 sekolah yang dikenal dengan sebutan Zapo ini berlangsung khidmat sekaligus hangat pada Kamis (6/8/2026).

Seluruh elemen sekolah—siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga pengurus komite—bersatu dalam upacara bendera di halaman sekolah, dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur.

Mengusung tema “Sepuluh Windu Mengakar dalam Sejarah, Menjulang dalam Prestasi, dan Abadi di Setiap Generasi”, momentum ini mempertegas posisi SMPN 1 Ponorogo sebagai salah satu rahim peradaban pendidikan terbaik di Kabupaten Ponorogo.

Rangkaian Kegiatan: Edukasi, Sosial, hingga Pelestarian Budaya

Semarak perayaan 80 tahun ini tidak datang secara mendadak. Rangkaian kegiatan telah bergulir sejak awal tahun melalui ajang bergengsi Zapo Competition pada 21–23 Januari 2026.

Mendekati hari puncak, nilai kepedulian sosial dan kebugaran fisik ditunjukkan lewat agenda hiking serta bakti sosial (baksos) pada 3 Agustus 2026. Di rentang waktu yang sama (3 dan 5 Agustus), sekolah menggelar aksi donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga sekolah dan sekitar.

Keseruan internal makin terasa saat lomba antarkelas memacu kreativitas siswa pada 4–5 Agustus.

Tak berhenti di ritual seremonial, komitmen melestarikan kebudayaan lokal dipuncakkan pada Jumat malam (7/8/2026) melalui Pagelaran Seni Wayang Kulit bersama Dhalang Ki Anom Dwijokangko, yang makin semarak dengan kehadiran seniman kondang Jo Klithik, Jo Kluthuk, serta Abah Kirun.

Kepemimpinan Berbasis Karakter dan Mutu

Di bawah kepemimpinan Kepala SMPN 1 Ponorogo, Kuat, S.Pd., sekolah terus berbenah menyelaraskan kemajuan zaman tanpa merobohkan fondasi nilai lokal. Dalam amanatnya, Kuat menekankan pentingnya menjadikan momen delapan dekade ini sebagai ajang refleksi mendalam.

“Angka 80 tahun adalah cermin kedewasaan dan ketangguhan. Mari kita jadikan peringatan ini sebagai api semangat untuk terus membawa SMPN 1 Ponorogo berprestasi, menginspirasi, dan bermartabat. Sesuai tri-semboyan kita: Cerdas Otakku, Bersih Hatiku, Mulia Akhlakku,” tegas Kuat, S.Pd.

Ia mengingatkan para siswa agar di tengah derasnya arus teknologi, kebiasaan berpikir kritis dan literasi harus beriringan dengan keluhuran etika serta kebersihan hati dalam bermasyarakat.

Sinergi Komite dan Energi Muda Pendidik

Dukungan penuh juga mengalir dari pihak Komite Sekolah. Ketua Komite SMPN 1 Ponorogo, Dr. Mulyani, S.Pd., M.Hum., mengibaratkan sekolah ini bak pohon beringin yang kian tua kian teduh dan berakar kuat.

“Komite siap menjadi mitra strategis dalam memperkuat sarana dan prasarana penunjang. Terlebih saat ini, jajaran tenaga pendidik di SMPN 1 Ponorogo banyak diisi oleh sosok-sosok muda yang energik. Sinergi ini yang menjaga kepercayaan masyarakat agar sekolah ini tetap menjadi pilihan utama,” ujar Mulyani.

Dengan rekam jejak panjang dan fondasi kepemimpinan yang solid, SMPN 1 Ponorogo membuktikan bahwa menghargai akar sejarah adalah kunci utama untuk melangkah mantap menyongsong masa depan. (adv/irw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here