Home Budaya Warok CeRRia: Dari Ruang Kelas Sosiologi, Guru SMAN 2 Ponorogo Lawan Judi...

Warok CeRRia: Dari Ruang Kelas Sosiologi, Guru SMAN 2 Ponorogo Lawan Judi Online lewat Kearifan Lokal

0

PONOROGO — Keresahan atas maraknya judi online (judol) di kalangan pelajar mendorong seorang guru Sosiologi di SMA Negeri 2 Ponorogo merancang program pencegahan berbasis kearifan lokal bernama WAROK, yang di dalamnya memuat tiga program konkret bertajuk CERIA. Program ini lahir dari hasil survei mandiri terhadap 112 siswa di sekolah tersebut, yang mengungkap pola keterlibatan dan paparan judol yang selama ini luput dari perhatian.

Bu Bu Lia., guru Sosiologi yang merancang program ini, mengatakan gagasan tersebut bermula dari kegelisahannya melihat judi online yang mulai akrab dalam percakapan sehari-hari siswa. “Datanya menunjukkan 94 persen siswa pernah melihat iklan atau ajakan judi online, kebanyakan dari game online, TikTok, dan situs film ilegal. Ini bukan lagi isu jauh, tapi sudah ada di ruang kelas kita sendiri,” ujarnya.

Survei yang sama juga menemukan kesenjangan yang menurut Bu Lia perlu jadi perhatian bersama: sebanyak 68 persen siswa mengaku curiga temannya terlibat judol, namun hanya 8 persen yang berani mengakui dirinya sendiri pernah tergoda mencoba. “Kesenjangan ini menunjukkan bahwa masalahnya nyata, hanya saja disembunyikan oleh rasa malu. Pendekatan yang sekadar melarang tidak akan cukup menembus itu,” kata Bu Lia.

Dari temuan tersebut, Bu Lia merancang model bernama WAROK, akronim dari Wadah Aksi Remaja Ponorogo yang Keren, yang meminjam semangat Warok dalam tradisi Reog Ponorogo sebagai sosok penjaga generasi muda. Di dalam wadah ini, tiga program konkret dijalankan dengan nama CERIA, yaitu Cuan Sehat (literasi investasi berbasis valuasi, bukan spekulasi), Circle Peduli (pendampingan sebaya yang restoratif, bukan menghakimi), dan Rumah Bicara (sinergi komunikasi orang tua soal keuangan anak).

“Kami ingin siswa punya wadah yang bukan cuma soal larangan, tapi soal identitas. Remaja Ponorogo mewarisi sosok Warok yang dikenal punya kekuatan batin dan tanggung jawab menjaga generasi mudanya. Semangat itu yang coba dihidupkan lagi lewat cara yang relevan dengan tantangan zaman sekarang,” ujar Bu Lia.

Ia menambahkan, seluruh program WAROK CERIA kini dikemas dalam satu platform web yang bisa diakses siswa dengan mudah lewat ponsel masing-masing, mencakup materi literasi investasi, formulir anonim untuk menjangkau agen sebaya, hingga materi pendampingan singkat bagi orang tua.

Sebagai guru Sosiologi, Bu Lia menilai mata pelajaran yang diampunya punya peran penting yang sering luput dari perhatian dalam menghadapi persoalan semacam ini. “Materi tentang masalah sosial dan kontrol sosial yang selama ini diajarkan sebenarnya bisa jadi alat berpikir kritis bagi siswa untuk membaca sendiri kenapa judol menyasar mereka, bukan sekadar diberi tahu bahwa itu salah,” ujarnya.

Program WAROK CERIA rencananya akan terus dikembangkan di lingkungan SMA Negeri 2 Ponorogo, dengan harapan bisa menjadi model yang dapat direplikasi sekolah lain menghadapi persoalan serupa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here