KOTA, Media Ponorogo – Prosesi Purnawiyata siswa kelas XII SMK PGRI 1 Ponorogo di Expotorium Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Selasa (12/5/2026), menyisakan kisah haru sekaligus membanggakan.
Di antara 160 wisudawan yang merayakan kelulusan 100 persen, terselip tekad baja dari para pendekar ekonomi yang siap melanglang buana ke Negeri Sakura.
Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Adyta Eka Intan Nurdiana siswa Kelas 12 MP1 asal Kecamatan Pudak, wilayah pegunungan di ujung timur Ponorogo.
Terlahir dari keluarga sederhana yang menggantungkan hidup sebagai peternak sapi perah, ia tak mau menyerah pada keadaan.
Langkah kakinya kini mantap menatap masa depan di Jepang demi satu tujuan: mengangkat derajat kedua orang tuanya, Endro Prastyo dan Novia.
“Motivasi saya ingin membantu ekonomi orang tua dan sukses di usia muda,” ungkapnya dengan nada optimis di sela acara purnawiyata.
Setelah tahap pendaftaran dan menjalani pendidikan intensif selama enam bulan di LPK Fuji, Bali, sebelum akhirnya terbang ke Jepang.
Keberhasilan siswa tersebut bukanlah kebetulan. Kepala SMK PGRI 1 Ponorogo, Bahari Pujianto, S.S., menjelaskan bahwa sekolah melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) memang menyiapkan karpet merah bagi siswa yang ingin langsung terjun ke dunia kerja internasional.
“Tahun ini ada sekitar 12 anak yang siap proses ke Jepang. Mereka akan menyusul 30 kakak kelasnya yang sudah lebih dulu aktif bekerja di sana dalam dua tahun terakhir,” terang Bahari. Tak hanya Jepang, lulusan sekolah ini juga menjadi rebutan perusahaan besar di dalam negeri, seperti PT Libra Permana Wonogiri dan PT Pan Brothers Boyolali.
Juga Berjaya di SNBP
Prestasi SMK PGRI 1 Ponorogo tidak hanya mentereng di jalur kerja.
Di jalur akademik, Faros Aryanto membuktikan bahwa anak SMK mampu bersaing di level tertinggi.
Siswa kelas 12 MP 1 asal Desa Campursari, Sambit, ini sukses menembus jurusan Ilmu Hukum Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui jalur SNBP 2026.
“Peran guru BK sangat luar biasa dalam membimbing kami satu per satu hingga prosesnya lancar dan diterima,” kata Faros Arianto, putri dari pasangan Musiono Sunaryanto dan Sulastri yang bekerja sebagai wirausaha serabutan.
Kepala Sekolah menekankan bahwa kunci keberhasilan ini adalah pendidikan karakter yang disiplin melalui 10 ekstrakurikuler unggulan, termasuk tim Taruna.
“Kami ingin alumni kami memiliki daya saing tinggi, karakter kuat, serta seimbang antara Imtak dan Iptek,” ujar Bahari.
Lulusan unggul SMK PGRI 1 Ponorogo berasal dari empat program keahlian unggulan, yakni Manajemen Perkantoran, Desain Komunikasi Visual (DKV), Akuntansi, dan Bisnis Digital.
Tak sekadar lulus, banyak di antaranya yang sudah dipinang oleh perusahaan besar bahkan sebelum ijazah diterima.
Dengan terserapnya hampir 90 persen lulusan ke dunia kerja dan perguruan tinggi, SMK PGRI 1 Ponorogo kembali membuktikan diri sebagai sekolah yang tak hanya mencetak lulusan, tapi juga pencetak masa depan.
Acara Purnawiyata kali ini juga dimeriahkan oleh penampilan murni dari para siswa yang tergabung dalam 10 ekstrakurikuler.
Mulai dari ketangkasan tim Taruna yang menjadi ikon kedisiplinan sekolah, hingga pelestarian budaya melalui seni Karawitan dan Tari.
Dengan capaian yang komprehensif ini, Bahari berharap para lulusan tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki integritas dan karakter yang kuat.
“Jadilah generasi yang ber-Imtak dan ber-Iptek, jujur, disiplin, serta adaptif terhadap perubahan zaman,” pesannya kepada para wisudawan. (mas)
Daftar Lulusan Nilai Terbaik SMK PGRI 1 Ponorogo
Konsentrasi Keahlian Bisnis Digital: Atas nama Cici Nia Eka Artista dengan jumlah nilai 1.327.
Konsentrasi Keahlian Manajemen Perkantoran: Atas nama Desi Ayu Pratiwi dengan jumlah nilai 1.360.
Konsentrasi Keahlian Akuntansi: Atas nama Rahma Dwi Wahyuningtiyas dengan jumlah nilai 1.352.
Konsentrasi Keahlian Desain Komunikasi Visual: Atas nama Gabriel Anesty dengan jumlah nilai 1.347.
















































