KOTA, Media Ponorogo – SMAN 2 Ponorogo (SMADA) kembali mengukuhkan diri sebagai episentrum prestasi di Jawa Timur.
Terbukti, sebanyak 354 siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026 resmi dilepas dalam acara “Apresiasi Kelulusan”, Senin (11/5/2026).
Kepala SMAN 2 Ponorogo, Mursyid, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan rasa bangga atas perjuangan para siswa selama tiga tahun.
Keberhasilan tahun ini ditandai dengan banyaknya siswa yang telah diterima di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bergengsi melalui jalur SNBP, Poltekkes, hingga SPAN-PTKIN.
Dalam kesempatan tersebut, sekolah mengumumkan top 10 lulusan terbaiknya.
Imelda Nasyila Putri Leksono (Terbaik 1, diterima di S1 Kesehatan Masyarakat UNAIR). Khariza Fazari Sofia (Terbaik 2, diterima di S1 Kesehatan Masyarakat UNAIR).
Fadilah Roshidatul A’la (Terbaik 3, diterima di S1 Kedokteran Gigi UNAIR). Stefani Armelia Rarasati (Terbaik 10, diterima di S1 Arkeologi UGM).
Kepala Sekolah juga memohon doa restu bagi dua siswi berprestasi, Hanin Naurayani Alifah dan Khariza Fazari Sofia, yang saat ini tengah berjuang mewakili Indonesia dalam ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat internasional yang akan diselenggarakan di Malaysia.
Hadir dalam acara tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Ponorogo-Magetan, Maskun, S.Pd., M.M.
Ia memuji SMAN 2 Ponorogo sebagai “Sekolah Besar” yang berhasil memadukan unsur ilmu dan seni dengan sangat apik.
“Dengan ilmu hidup menjadi terarah, dengan seni hidup menjadi indah. SMAN 2 Ponorogo telah membuktikan konsistensinya sebagai juara umum di bidang seni seperti FLS2N, sekaligus tetap unggul dalam prestasi akademik,” ujar Maskun dalam sambutannya.
Ia juga memberikan semangat bagi siswa yang masih akan berjuang di jalur UTBK-SNBT pada 25 Mei mendatang.
Mengutip ucapan diplomat Stephen Rickard, Mursyid berpesan kepada para lulusan agar tidak menyerah pada kegagalan.
“Satu-satunya waktu Anda gagal adalah ketika Anda jatuh dan tetap di bawah. Teruslah berjuang untuk masa depan kalian,” tegasnya menutup sambutan.
Acara pelepasan ini menjadi momentum penting bagi 354 siswa untuk melangkah meninggalkan “Bumi Reog” menuju gerbang perguruan tinggi dan dunia profesional dengan bekal karakter dan ilmu yang mumpuni. (mas)














































