Home Headline Keren, Film “Rengkuh” Karya SMKN 1 Sawoo Tembus Nominasi ZYNËTION 2026

Keren, Film “Rengkuh” Karya SMKN 1 Sawoo Tembus Nominasi ZYNËTION 2026

0

Bawa Isu Eksploitasi Digital & Perkawinan Anak

​SAWOO, Media Ponorogo — SMKN 1 Sawoo terus mengukuhkan posisinya sebagai sekolah vokasi pencetak karya kreatif dan berkarakter di Jawa Timur.

Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Elvi Nur Mufidah, S.Pd., M.Pd., sekolah kejuruan ini sukses menorehkan prestasi membanggakan.

Film pendek karya siswanya yang berjudul “Rengkuh” resmi masuk dalam daftar Official Nominations ajang perfilman pelajar ZYNËTION 2026: The Future Is Not a Bet yang diinisiasi Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur.

​Dalam daftar nominasi resmi yang diumumkan panitia, SMKN 1 Sawoo (diwakili Vindi Tesa Vonika Gita) bersaing ketat dengan sekolah-sekolah unggulan Jawa Timur, seperti SMKN 12 Surabaya, SMAN 1 Madiun, SMKN 1 Boyolangu, SMAN 5 Surabaya, MAN 2 Pamekasan, dan SMKN 2 Buduran.

​Film “Rengkuh” mengusung tema krusial perihal pencegahan perkawinan anak dan ancaman pola asuh digital (digital parenting).

Cerita berfokus pada Rina, remaja yang terjebak manipulasi digital grooming oleh kekasihnya hingga mengalami tekanan psikologis berat.

Situasi ini memicu luka traumatis sang ibu, Sari, yang merupakan korban pernikahan paksa di masa lalu.

Berkat pendekatan emosional dan kasih sayang keluarga—bukan penghakiman—Rina berhasil direngkuh dan diselamatkan.

​Kepala SMKN 1 Sawoo, Elvi Nur Mufidah, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas capaian para siswa dalam mengolah isu sosial yang sensitif menjadi karya visual yang bernas dan edukatif.

​”Karya ini membuktikan bahwa anak-anak vokasi tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan nalar kritis yang tajam. Lewat film ‘Rengkuh’, para siswa menunjukkan bahwa teknologi gawai bukanlah musuh utama, melainkan kurangnya literasi dan kepekaan pendampingan orang tua yang harus kita benahi bersama,” ujar Elvi Nur Mufidah, S.Pd, M.Pd.

​Ia juga menambahkan bahwa pihak sekolah akan terus memberikan ruang penuh bagi pengembangan bakat kreatif peserta didik.

​”Kami sangat bersyukur dan bangga karya anak-anak bisa berdiri sejajar di tingkat provinsi. Ini sejalan dengan komitmen SMKN 1 Sawoo untuk terus mendorong siswa berani menyuarakan isu-isu penting masyarakat menjadi sebuah cerita yang menginspirasi, mengubah tekanan menjadi peluang,” tambahnya.

​Melalui alur campuran yang apik dan ditutup adegan edukasi literasi digital, “Rengkuh” membawa pesan kuat bahwa ancaman eksploitasi anak kini telah bergeser dari tradisi masa lalu ke dalam layar gawai. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here