Yakuza: Yang Awalnya Kotor, Ujungnya Zuhud Abadi
KOTA, Media Ponorogo — Pelantikan dan deklarasi pengurus Yakuza Maneges Ponorogo di Gedung Sasana Praja, Selasa (3/11), berlangsung khidmat.
Acara tersebut dihadiri langsung pendiri Yakuza Maneges, Gus Thuba (Thuba Topo Broto Maneges), serta Plt. Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita, S.H.
Dalam sambutannya, Plt. Bupati yang akrab disapa Bunda Lis ini menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas hadirnya gerakan pembinaan rohani tersebut di Bumi Reog.
Ia mengaku sempat terkejut saat pertama mendengar nama organisasi tersebut karena mengira berkaitan dengan organisasi luar negeri.
”Saya langsung tertarik begitu mendengar filosofinya. Maknanya sangat mendalam: yang awalnya kotor, ujungnya menjadi zuhud abadi,” tutur Lisdyarita.
Wadah “Santri Jalur Kiri”
Lisdyarita menjelaskan, kata maneges membawa pesan kejernihan rohani, bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri.
Ia berharap Yakuza Maneges menjadi rumah perubahan bagi masyarakat, khususnya merangkul mereka yang kerap dijuluki “santri jalur kiri” agar mantap berhijrah.
Gerakan ini meneladani dakwah almarhum KH Hamim Tohari Djazuli (Gus Miek)—kakek Gus Thuba.
Metamorfosis dakwah Yakuza Maneges menegaskan bahwa syiar agama tak hanya terbatas di dalam masjid atau pesantren, melainkan hadir merangkul masyarakat jalanan dan ruang sosial yang luput tersentuh dengan pendekatan humanis tanpa menghakimi.
Sinergi Demi Bumi Reog
Pemkab Ponorogo menyambut baik kehadiran Yakuza Maneges dan berharap sinergi dengan para kiai serta pengurus dapat menjadikan Ponorogo semakin adem, ayem, tenteram, dan penuh keberkahan.
Prosesi pelantikan ditutup dengan penyerahan cenderahati, lantunan gending, serta penampilan seni Reog Ponorogo yang menyemarakkan suasana. (mas)











































