Home Budaya PP Muhammadiyah Pilih Ponorogo Jadi Tuan Rumah CRM Award Nasional 2029, Ini...

PP Muhammadiyah Pilih Ponorogo Jadi Tuan Rumah CRM Award Nasional 2029, Ini Alasannya

0

KOTA, Media Ponorogo – Kabupaten Ponorogo dinilai memiliki daya tarik dan keunggulan tersendiri di mata Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Bumi Reog ini diproyeksikan menjadi tuan rumah perhelatan akbar Pertemuan Cabang Ranting dan Masjid (CRM) Unggulan se-Indonesia pada tahun 2029 mendatang.

Penunjukan ini disampaikan langsung oleh Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) PP Muhammadiyah, Mohammad Jamaluddin Ahmad.

Menurutnya, berbagai kegiatan nasional yang digelar di Ponorogo saat ini sekaligus menjadi ajang pemanasan dan pengkondisian menuju ajang bergengsi tiga tahun mendatang.

“Kegiatan ini kita desain sebagai program LPCRPM PP Muhammadiyah, sekaligus pemanasan persiapan Ponorogo menjadi tuan rumah Cabang, Ranting, dan Masjid unggulan se-Indonesia yang insyaAllah dilaksanakan tahun 2029,” ujar Jamaluddin, Sabtu malam Minggu (31/10/2026) di SMA Muhipo.

Alasan Ponorogo Dipilih: Juara Nasional & Model Ekonomi

Jamaluddin membeberkan sejumlah alasan kuat di balik penunjukan Ponorogo. Salah satu indikator utamanya adalah prestasi Ponorogo yang berhasil menyabet Juara 1 Nasional pada ajang Cabang Ranting Masjid Award di Banjarmasin sebelumnya.

Selain prestasi, Ponorogo dinilai menjadi role model nasional dalam pengembangan pilar ekonomi Persyarikatan.

Gerakan ekonomi Muhammadiyah di Ponorogo—mulai dari tingkat ranting, cabang, hingga pimpinan daerah—mengalami akselerasi dan dinamisasi yang sangat pesat.

“Ponorogo adalah contoh Muhammadiyah yang peduli pilar ekonomi. Di luar materi pertemuan, orang yang datang ke Ponorogo sudah tahu bahwa ekonomi Muhammadiyah di sini berjalan sangat baik. Kita ingin seluruh cabang, ranting, dan masjid di Indonesia terinspirasi untuk memberdayakan serta memandirikan warga Muhammadiyah dan umat,” tegasnya.

Menginspirasi Melalui Aspek Pemberdayaan Sosial

Tak hanya pilar ekonomi, keberadaan amal usaha dan kegiatan Muhammadiyah di Ponorogo juga dinilai menyentuh seluruh aspek kehidupan masyarakat secara inklusif.

Menurut Jamaluddin, Ponorogo berani masuk ke aspek-aspek pelayanan yang jarang terpikirkan oleh daerah lain di Indonesia.

“Selama ini Muhammadiyah sering diidentikkan dengan pengajian, kesehatan, dan pendidikan saja. Tetapi di Ponorogo, sosialnya sangat kuat. Mana ada panti asuhan tunanetra seperti yang ada di sini? Ini sangat menginspirasi. Harapannya, tamu yang datang dari berbagai pelosok negeri bisa pulang membawa inspirasi untuk memberi perhatian pada aspek kehidupan yang selama ini terlewatkan,” tambahnya.

Apresiasi Langsung dari Pimpinan Pusat

Kehadiran jajaran LPCRPM PP Muhammadiyah serta pimpinan PP Muhammadiyah secara langsung dalam pembukaan rangkaian kegiatan di Ponorogo menjadi bentuk apresiasi dan dorongan motivasi yang nyata.

Waktu persiapan tiga tahun menjelang 2029 diyakini akan dimanfaatkan dengan maksimal oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo untuk mengevaluasi dan memantapkan diri.

“Kami sangat mengapresiasi dan memotivasi agar Ponorogo semakin percaya diri. Melalui kegiatan pemanasan ini, kita bisa belajar dan melengkapi kekurangan yang ada. Sehingga saat waktunya tiba nanti, Ponorogo sudah sangat siap dan sempurna menjadi tuan rumah,” pungkas Jamaluddin. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here