Dikenal Disiplin & Ramah, Keluarga Upayakan Pemulangan Jenazah
SUKOREJO, Media Ponorogo — Suasana duka mendalam menyelimuti warga Jalan Mawar RT 01/RW 02 Desa Nambangrejo, Kecamatan Sukorejo.
Mazda Satria Purnama (21), seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) muda asal Ponorogo, dilaporkan meninggal dunia akibat terseret ombak di Prefektur Ibaraki, Jepang, Minggu (1/11/2026).
Putra semata wayang pasangan Efendi dan Hartatik ini merupakan lulusan SMK PGRI 2 Ponorogo tahun 2024 jurusan Teknik Bodi Otomotif. Di Jepang, pemuda kelahiran 2005 tersebut bekerja sesuai bidang keahliannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, musibah terjadi sekitar pukul 15.30 waktu setempat.
Saat mengisi waktu luang, Mazda bersama tiga rekan sesama WNI memancing di area tanggul pantai Kota Kashima, Prefektur Ibaraki.
Nahas, ombak besar mendadak datang dan menyeret keempatnya.
Dalam peristiwa tersebut, dua orang berhasil selamat, satu korban ditemukan meninggal pada malam harinya, sementara Mazda sempat dinyatakan hilang.
Tim SAR setempat menghentikan pencarian sementara pada pukul 21.00 karena faktor cuaca dan kegelapan, sebelum dilanjutkan Senin pagi.
Jenazah Mazda akhirnya berhasil ditemukan pada Senin (2/11/2026) pagi sekitar pukul 07.00–08.00 waktu setempat dalam kondisi meninggal dunia.
Kerabat korban, mengenang almarhum sebagai sosok yang santun, ramah, dan murah senyum.
“Di rumah maupun dengan teman-temannya tidak pernah neko-neko. Dia juga sangat rajin dan senang nggarap bodi mobil di sana,” tutur Septa salah satu kerabatnya.
Kesan positif juga disampaikan pihak sekolah. Bu Eni, perwakilan SMK PGRI 2 Ponorogo, menyebut Mazda sebagai siswa yang disiplin. “Anaknya supel dan tertib. Selama sekolah tidak pernah dipanggil BK,” kenangnya.
Saat ini jenazah almarhum masih berada di Jepang. Proses administrasi dan pengurusan pemulangan ke tanah air tengah dikawal pihak keluarga bersama Pemerintah Jepang dan instansi terkait.
”Orang tua dibantu saudara yang juga bekerja di Jepang sedang mengurus proses pemulangan jenazah ke Indonesia,” kata Septa.
Ucapan duka mengalir dari almamaternya. Keluarga Besar SMK PGRI 2 Ponorogo mendoakan almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. (mny/mas)








































