Harmoni Sempurna Karawitan Setyo Laras, Keagungan Tari Gambyong, dan Ketangguhan Taruna-Taruni Smeriza Kawal Prosesi Sakral Grebeg Suro 2026
KOTA, Media Ponorogo — Puncak perhelatan Kirab Pusaka, Pawai Lintas Sejarah, dan Jamasan Pusaka dalam rangka perayaan Grebeg Suro 2026 kembali menorehkan tinta emas bagi SMK PGRI 1 Ponorogo.
Sekolah kejuruan yang beken dengan julukan Smeriza ini kembali memuncaki panggung utama di Paseban Alun-Alun Ponorogo pada Selasa (16/6).
Kehadiran mereka bukan sekadar partisipasi biasa, melainkan pengemban amanah sakral yang telah dipercayakan selama sepuluh tahun berturut-turut untuk mengawal prosesi jamasan pusaka leluhur Ponorogo.
Dalam momen krusial saat iring-iringan pusaka tiba di Paseban, Smeriza mengerahkan seluruh potensi seni terbaiknya.
Tidak tanggung-tanggung, tiga pilar penampilan hebat disuguhkan sekaligus secara kolaboratif: alunan magis Tim Karawitan Setyo Laras, keanggunan penari dari Sanggar Tari Pramonorogo, serta ketangguhan barisan Taruna-Taruni SMK PGRI 1 Ponorogo.
Kombinasi ini sukses memukau ribuan pasang mata masyarakat dan jajaran pecinta budaya yang memadati pusat kota.
Kepala SMK PGRI 1 Ponorogo, Bahari Pujianto, S.Si., mengungkapkan rasa syukur dan bangganya atas konsistensi sekolah dalam mempertahankan tradisi luhur ini.
“Alhamdulillah, ini adalah suatu kepercayaan, kehormatan, dan berkah luar biasa bagi sekolah kami. Tugas suci di Paseban ini sudah kami laksanakan kurang lebih hampir sepuluh tahun lamanya,” ujarnya saat ditemui langsung di sela-sela kemeriahan acara jamasan di Alun-Alun Ponorogo.
Bagi pria ramah ini, keterlibatan Smeriza dalam Grebeg Suro merupakan wujud nyata kontribusi sekolah terhadap tanah kelahiran.
“Ini menjadi bukti otentik bahwa SMK PGRI 1 Ponorogo memiliki andil budaya yang sangat besar. Kami tidak ingin absen dan selalu ingin berpartisipasi aktif dalam momentum-momentum bersejarah daerah. Ini adalah misi suci sekolah kami dalam rangka merawat dan melestarikan kebudayaan nusantara agar tidak lekang oleh zaman,” tegas Bahari Pujianto.
Penampilan memikat diawali oleh alunan gendhing-gendhing Jawa beritme syahdu dari Tim Karawitan Setyo Laras Smeriza (seperti yang terekam apik pada dokumentasi tim live music mereka).
Suara pesinden yang jernih berpadu harmonis dengan ketukan gamelan, menciptakan atmosfer sakral khas bumi Reog yang kental.
Di sekeliling area panggung, barisan Taruna-Taruni Smeriza berdiri dengan sikap tegap nan disiplin, mengawal ketat jalannya prosesi budaya jamasan pusaka agar berlangsung khidmat.
Setelah itu, suasana Paseban semakin anggun dengan hentakan lemah gemulai Tari Gambyong yang dibawakan secara apik oleh para siswi yang tergabung dalam Sanggar Tari Pramonorogo.
Seluruh penampil yang terlibat dalam upacara sakral ini murni merupakan siswa-siswi aktif SMK PGRI 1 Ponorogo.
Kecuali para pelatih profesional yang mendampingi di balik layar, seluruh talenta yang bersinar di panggung Paseban adalah anak-anak didik Smeriza yang ditempa melalui sistem pembinaan ekstrakurikuler yang ketat, terstruktur, dan berkelanjutan.
Bahari Pujianto menambahkan bahwa di Smeriza, pengembangan talenta seni budaya bukan sekadar aktivitas sampingan, melainkan pilar yang masuk dalam visi-misi utama sekolah.
“Seni budaya di SMK PGRI 1 Ponorogo dikembangkan secara serius melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kami memfasilitasi anak-anak dengan mendatangkan pelatih-pelatih yang sangat profesional di bidangnya. Jadi, kami tidak setengah-setengah dalam membina potensi mereka,” jelasnya dengan nada optimis.
Melalui momentum emas Grebeg Suro 2026 ini, pihak sekolah berharap prestasi ini mampu memicu semangat baru bagi seluruh generasi muda, khususnya keluarga besar Smeriza.
“Harapan besar kami, kegiatan luar biasa ini bisa menjadi booster penyemangat bagi siswa-siswi untuk semakin mencintai dan bangga pada budaya dalam negeri. Kita wajib menjaga warisan portofolio budaya yang ada di kota tercinta ini,” pungkasnya.
Dengan kesuksesan performa tahun ini, SMK PGRI 1 Ponorogo kembali menegaskan statusnya di mata publik.
Smeriza bukan hanya sekolah yang mencetak lulusan dengan keahlian teknologi dan kejuruan yang siap kerja, melainkan juga rahim bagi generasi muda yang berkarakter, beradab, dan memegang teguh akar seni budaya bangsa. (mas)











































