KOTA, Media Ponorogo – Prosesi Lepas Kenang Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Ponorogo Tahun Ajaran 2025/2026 yang digelar Kamis (21/5) di halaman sekolah, menjadi panggung pembuktian mutu pendidikan.
Acara perpisahan ini sekaligus menjadi ajang apresiasi bagi siswa yang berhasil membawa pulang ratusan medali, mulai dari tingkat kabupaten hingga kancah internasional.
Dominasi Kuat di Jalur Akademik dan Non-Akademik
Menariknya, capaian-capaian tersebut tidak didominasi oleh kelompok, melainkan diborong oleh individu-individu tangguh.
Adinda Syifa Salsabila (9B), misalnya. Ia sukses memborong puluhan penghargaan bergengsi, termasuk Medali Emas International Kangaroo Science Contest tingkat nasional dan Medali Emas Final Provinsi OSN Matematika.
Jejak prestasi ini diikuti oleh Altina Ifqi Putri Sholihin (9A) yang meraih Medali Emas di ajang yang sama untuk bidang IPA, serta Kiara E Putri Herfian yang mendominasi bidang Bahasa Inggris lewat raihan Medali Emas Grand Final Nasional Olindo 4 di Surakarta.
Tidak hanya di ruang kelas, taji SMPN 1 Ponorogo juga terbukti di lapangan olahraga dan panggung seni. Di bidang non-akademik, nama Hafiz Muzaki (9E) mencuri perhatian besar. Atlet renang berbakat ini berhasil menembus persaingan global dengan menyabet Juara 2 Tim Beregu Putra U-17 dalam Kejuaraan Asia Modern Pentathlon 2026.
Sementara di bidang seni, Rosyidan Brillian Akbar Narendra (9C) sukses mengukuhkan diri sebagai Wakil 1 Duta Budaya Cilik Provinsi Jawa Timur sekaligus meraih Juara 2 Lomba Macapat Geguritan Tingkat Nasional di UNESA.
Kepala Sekolah: “Kalian Adalah Lentera Harapan”
Kepala SMPN 1 Ponorogo, Kuat, S.Pd., menegaskan bahwa capaian luar biasa ini tidak lepas dari kolaborasi kokoh antara pihak sekolah, siswa, dan orang tua murid.
Menurutnya, para lulusan bukan sekadar menyelesaikan masa studi, melainkan telah bertransformasi menjadi bibit unggul yang siap bersaing di jenjang berikutnya.
“Dengan bangga hati kami menyerahkan kembali anak-anak ke orang tua. Kalian adalah lentera harapan untuk masa depan. Terus jaga budi pekerti, akhlak mulia, dan nama baik almamater,” ujar Kuat dalam sambutannya di hadapan ratusan wali murid.
Beliau juga menyelipkan pesan mendalam bagi para siswa yang akan melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Kuat mengingatkan agar segala teguran dan ketegasan para guru selama tiga tahun terakhir dipandang sebagai wujud kasih sayang yang tulus.
“Ada kalanya Bapak, Ibu guru menegur kalian, memarahi kalian. Itu semua bukan rasa marah yang sesungguhnya. Tetapi itulah bukti kasih dan cinta kami, bukti sayang kami ke anak-anak semua agar tidak salah dalam menempuh jalan,” tambahnya, disambut tetesan air mata haru dari beberapa siswa dan wali murid.
Menjaga Akhlak, Terbang Tinggi
Di akhir sambutannya, Kuat menegaskan bahwa pintu SMPN 1 Ponorogo akan selalu terbuka lebar bagi para alumni.
Beliau menitipkan pesan agar seluruh lulusan tahun ini tetap menjaga nama baik almamater, memegang teguh budi pekerti, dan akhlak mulia di mana pun mereka berada.
“Terbanglah tinggi anak-anakku semua, sampai jumpa di lain kesempatan,” pungkasnya diiringi tepuk tangan membahana, menutup sebuah babak perjalanan indah para ‘lentera’ muda Ponorogo menuju masa depan yang lebih cerah. (mas)












































