MALAYSIA, Media Ponorogo – SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo (Muhipo) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu sekolah unggulan berwawasan global di Jawa Timur.
Melalui program Lawatan Pendidikan ke Malaysia yang berlangsung pada 18–21 Mei 2026, SMA Muhipo tidak hanya membawa misi akademik, tetapi juga sukses mengukir prestasi dan memperkenalkan budaya lokal di kancah internasional.
Delegasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Humas SMA Muhipo, Deni Nofita, membawa tiga siswa terpilih kelas XI, yaitu Galang Abimanyu Priambodo (XI 3), Shesa Caroline (XI 5), dan Ratnaningsih Tyas Nur Fatimah (XI 3).
Deny Nofita menerangkan, puncak esensi dari lawatan ini terjadi pada hari kedua. Delegasi SMA Muhipo bertolak ke SMK Pedas, Malaysia, untuk mengikuti ajang bergengsi MED-EXPLORACE 2026: Jelajah Kesehatan Digital Malaysia–Indonesia.
Di sinilah mental dan intelektualitas siswa Muhipo benar-benar diuji di hadapan puluhan peserta dari berbagai sekolah menengah atas dan kejuruan top di Malaysia.
Dalam kompetisi ini, SMA Muhipo membagi delegasinya ke dalam dua fokus kategori.
Pertama, Explore Digital. Galang Abimanyu Priambodo dan Shesa Caroline bertarung dalam adu ketangkasan memecahkan soal-soal rumit berbasis ilmu kesehatan digital dan sains alam.
Kedua, Speak Up Competition. Ratnaningsih Tyas Nur Fatimah tampil memukau dengan membawakan orasi bertemakan kesehatan, secara khusus mengupas isu krusial yang sedang tren global: Mental Health (Kesehatan Mental).
“Mengikuti MED-EXPLORACE 2026 adalah pengalaman yang sangat berharga bagi anak-anak. Ini bukan sekadar kompetisi sains dan kesehatan digital, tetapi juga ruang diplomasi siswa untuk mempererat persahabatan antarnegara, saling berbagi ilmu, dan menyerap budaya baru,” ujar Deni Nofita saat dikonfirmasi langsung.
Menurutnya, hubungan SMA Muhipo dengan SMK Pedas sendiri bukanlah hal baru.
Sekolah asal Malaysia ini dikenal memiliki program kolaborasi Doktor Muda antarnegara yang mumpuni sejak tahun 2022, dan tahun ini merupakan tahun kedua bagi SMA Muhipo untuk memperkuat kemitraan strategis tersebut.
Selain kompetisi di hari kedua, rangkaian lawatan empat hari ini diisi dengan agenda yang sangat padat dan strategis.
Hari Pertama di Putrajaya: Siswa diajak melakukan orientasi budaya dan tata kelola pemerintahan dengan mengunjungi pusat pentadbiran Kerajaan Persekutuan Malaysia di Putrajaya, Masjid Putra Jaya, serta kompleks pejabat Perdana Menteri Malaysia.
Hari Ketiga (SMA MAIWP Kuala Lumpur): SMA Muhipo melakoni kolaborasi antarabangsa di Sekolah Menengah Agama Majelis Agama Islam Wilayah Persekutuan (MAIWP)—sekolah modern yang memadukan konsep SMA Islam Terpadu dan Madrasah Aliyah Modern Berasrama.
Di sini, SMA Muhipo mempelajari inovasi pendidikan berbasis STEM, termasuk demonstrasi drone dan aplikasi teknologi kreatif alat bantu mengajar yang sempat menjuarai tingkat nasional Malaysia.
Hari Keempat (Universitas Sains Islam Malaysia – USIM): Delegasi melakukan campus tour untuk melihat fasilitas modern seperti ruang konseling, ruang dakwah, hingga ruang siaran radio, sekaligus menggali informasi jalur masuk kuliah internasional bagi alumni SMA Muhipo ke depan.
Tidak hanya unggul di bidang akademik, SMA Muhipo juga membawa misi kebudayaan yang kental.
Di hadapan para mitra di Kuala Lumpur, ananda Shesa Caroline tampil memukau membawakan Tari Tradisional Nawun Sekar asal Yogyakarta.
Penampilan elok ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa dan tepuk tangan meriah dari para siswa dan guru di Malaysia.
Waka Humas SMA Muhipo, Deni Nofita, menjelaskan bahwa latar belakang utama program ini adalah untuk membuka cakrawala internasional siswa, mempererat hubungan antar-lembaga, serta mendalami pembelajaran bahasa dan budaya asing.
Malaysia dipilih karena selain memiliki kedekatan geografis, ikatan kerja sama yang telah terjalin selama ini berjalan sangat solid.
“Prosesnya tidak melalui seleksi ketat yang kaku, melainkan sekolah menawarkan program ini secara terbuka. Siswa yang memiliki minat dan komitmen tinggi kemudian kami berikan persiapan khusus, baik dari segi materi kompetisi, mental, hingga kesiapan bahasa,” tambahnya.
Sepulang dari Malaysia, pihak sekolah berkomitmen untuk menerapkan atmosfer positif yang didapat selama lawatan.
“Kami ingin mengadopsi budaya disiplin tinggi dan memotivasi seluruh elemen di SMA Muhipo agar tiada henti melahirkan inovasi pendidikan,” tegas Deni.
SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo memastikan bahwa agenda international partnership seperti ini akan resmi dijadikan sebagai agenda rutin tahunan. “Melihat dampak positifnya, kegiatan kemitraan internasional seperti ini akan kami jadikan agenda rutin tahunan,” pungkasnya (mas)












































