BABADAN, Media Ponorogo – Alunan gending Jawa yang rancak dari tim karawitan siswa menyambut kehadiran para tamu undangan di lingkungan SMP Negeri 1 Babadan, Selasa pagi (19/5/2026).
Hari itu, aura kebahagiaan sekaligus keharuan menyelimuti sekolah yang “Hebat dan Religius” tersebut.
Ratusan siswa kelas IX mengikuti prosesi Purnawiyata Ke-41 Tahun Ajaran 2025/2026 dengan khidmat dan penuh prestasi.
Acara yang mengusung tema “Melangkah Bersama untuk Meraih Masa Depan Gemilang” ini dikonsep dengan sangat matang.
Layaknya pergelaran seni profesional, tata panggung dibuat megah, dipercantik dengan performa paduan suara siswa yang bersap tampil memukau dan gagah.
Seluruh siswa, jajaran guru dan tenaga kependidikan pun tampil kompak mengenakan jas formal dan kebaya anggun .
Sebuah bentuk penghormatan tertinggi dari sekolah untuk melepas para anak didiknya.
Kemegahan dan kesiapan matang dari lembaga pendidikan yang terletak di Kecamatan Babadan ini menuai pujian langsung dari Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, Siswanto, M.Pd.
Hadir mewakili Kepala Dinas Pendidikan, Siswanto mengaku takjub sejak pertama kali menginjakkan kaki di area acara.
“Saya sempat merasa ‘kecil hati’ saat masuk, karena suasananya begitu mewah dan luar biasa. Penataan paduan suaranya gagah, karawitannya mantap, dan bapak-ibu guru sangat menghargai momen ini dengan berbusana terbaik. Ini membuktikan kelas dan kualitas SMPN 1 Babadan. Sekolah ini memang hebat, religius, mantap!” puji Siswanto disambut riuh tepuk tangan hadirin.
Ia juga berpesan agar para lulusan tidak cepat puas dan terus mengejar pendidikan hingga jenjang tertinggi (S-1, S-2, bahkan S-3) demi menghadapi tantangan global.
Suasana berubah haru ketika Kepala SMPN 1 Babadan, Munif Wajdi, S.Pd., M.Pd., memberikan sambutan.
Pria yang akrab disapa Pak Munif oleh anak didiknya ini menyampaikan dua pesan sentral yang berbobot: kesiapan menghadapi teknologi dan harapan masa depan.
“Teknologi berkembang sangat masif. Manfaatkan itu untuk membekali diri meraih cita-cita, bukan sebaliknya. Pak Munif bermimpi, 5, 10, atau 15 tahun lagi, kalian kembali ke sekolah ini dan berkata: ‘Pak, Bu, saya sekarang sudah sukses di sana, sudah bekerja di sini.’ Itulah kebanggaan tertinggi kami sebagai guru,” ungkap Pak Munif dengan suara bergetar menahan haru.
Ia juga mengingatkan bahwa pengumuman kelulusan resmi akan dilaksanakan pada 2 Juni 2026.
Kepada para wali murid, Pak Munif mengajak untuk tidak lelah mendampingi anak-anak dalam belajar, mengingat tantangan mendidik anak di era digital jauh berbeda dengan zaman dulu.
Momen rasa haru memuncak saat pembacaan Surat Keputusan oleh Ariyuda Bagus Witono, S.Kom dan Novita Indah Ramadani, S.Pd.
Prosesi dilanjutkan dengan penyerahan kembali siswa secara simbolis kepada perwakilan orang tua murid.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap tradisi akademis yang kuat, SMPN 1 Babadan secara khusus memberikan penghargaan kepada 6 lulusan berprestasi terbaik tahun ini.
Didampingi orang tua masing-masing yang tampak berkaca-kaca bangga, para siswa terbaik ini menerima penghargaan langsung dari Kepala Sekolah.
Enam Siswa Terbaik Purnawiyata Ke-41: Elisa Putri Kirani (Putri Bapak Suyud) – Terbaik I
Felicia Simaulasa (Putri Bapak Asil Maulasa) – Terbaik II
Seiren Regina Putri (Putri Bapak Kuswanto) – Terbaik III
Keirella Disa Octavia (Putri Bapak Didik Purwanto) – Terbaik IV
Crystal Yualin Melissa Sofyan (Putri Bapak Yusda Sofyan) – Terbaik V
Mohammad Rofi Jawahiril Huda (Putra Ibu Nurul Huda) – Terbaik VI
Sebagai penutup, sebuah persembahan lagu khusus dari Kepala Sekolah dan jajaran guru menjadi kado perpisahan yang manis sekaligus mengharukan.
Lewat gelaran Purnawiyata Ke-41 ini, SMPN 1 Babadan kembali menegaskan posisinya sebagai sekolah pilihan utama di Ponorogo yang tidak hanya unggul secara akademis dan non-akademis, tetapi juga kuat dalam membentuk karakter religius anak bangsa. (mas)
















































