SIMAN, Media Ponorogo – Kecelakaan maut yang merenggut nyawa kembali terjadi di wilayah hukum Polres Ponorogo.
Dua orang pemuda dilaporkan meninggal dunia setelah sepeda motor yang mereka kendarai terjatuh dan terlindas ban bus pariwisata di Jalan Raya Jabung-Siman, tepatnya di Simpang Empat Brahu, Desa Brahu, Kecamatan Siman, Minggu (29/3/2026).
Peristiwa tragis yang terjadi sekitar pukul 09.00 WIB ini melibatkan sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi AE 3671 VD dan sebuah Bus Pariwisata bernopol AG 7376 UP.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan data yang dihimpun, kecelakaan bermula saat motor Honda Beat yang dikendarai oleh Zaid S (20), warga Kota Mataram, NTB, berboncengan dengan M Loethfi (19), warga Kepahiang, Bengkulu, melaju dari arah Selatan menuju Utara.
Sesampainya di lokasi kejadian, tepatnya setelah melewati lampu lalu lintas (traffic light) Brahu, pengendara motor mencoba mendahului Bus Pariwisata yang dikemudikan oleh Suprianto dari sisi kiri.
Namun naas, sesaat setelah mendahului, motor tersebut mendadak oleng ke kanan dan terjatuh.
Kedua korban yang terjatuh ke arah kanan tak mampu menghindar dan masuk ke kolong bus hingga terlindas roda depan sebelah kiri kendaraan besar tersebut.
Akibat luka parah yang diderita, kedua korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Pihak kepolisian mengidentifikasi beberapa faktor yang diduga menjadi pemicu kecelakaan ini, di antaranya:
• Kurangnya kehati-hatian pengendara saat mendahului kendaraan besar.
• Kondisi jalan yang berlubang di sekitar lokasi.
• Adanya bekas rel kereta api di pinggir jalan yang seringkali membuat permukaan jalan tidak rata dan licin bagi kendaraan roda dua.
Himbauan Kapolsek Siman
Menanggapi kejadian memilukan ini, Kapolsek Siman, AKP Nanang Budianto, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban.
Ia juga memberikan peringatan kepada seluruh pengguna jalan agar lebih waspada, terutama saat melintasi jalur yang memiliki karakteristik jalan berlubang atau sisa rel kereta.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam berkendara motor. Pastikan jarak aman dan pertimbangkan kondisi jalan sebelum mendahului kendaraan lain,” ujar AKP Nanang Budianto.
AKP Nanang juga menekankan pentingnya konsentrasi penuh saat berada di jalan raya. “Jangan memaksakan mendahului dari sisi kiri jika ruang gerak terbatas, apalagi di area yang jalannya kurang rata. Keselamatan adalah prioritas utama, ingat ada keluarga yang menunggu di rumah,” pungkasnya.
Saat ini, kasus kecelakaan tersebut telah ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Ponorogo untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, jenazah kedua korban telah dievakuasi ke RSUD dr. Harjono Ponorogo. (mny)













































