KOTA, Media Ponorogo – Mengawali momentum bulan suci, SMAN 1 Ponorogo (Smazapo) resmi menyelenggarakan kegiatan Pondok Ramadhan 1447 H yang dimulai pada Rabu, 25 Februari 2026.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala SMAN 1 Ponorogo, Supardi, S.Pd., M.Pd., di Aula Ki Ageng Mirah dengan mengusung semangat penguatan karakter dan spiritualitas siswa.
Dalam sambutannya, Supardi menekankan bahwa kegiatan ini selaras dengan program “Ramadhan Berkarir” dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Ia menegaskan bahwa ibadah puasa bukanlah penghalang untuk tetap produktif.
“Bulan puasa bukan kendala untuk menjalankan pekerjaan. Bapak/Ibu guru tetap mengajar, dan siswa harus tetap belajar dengan sungguh-sungguh kapan pun dan dengan siapa pun,” ujar Supardi dalam arahannya.
Pondok Ramadhan tahun ini menerapkan metode yang berbeda antar jenjang.
Siswa kelas X diwajibkan mukim atau menginap di asrama sekolah selama tiga hari.
Agenda mereka dimulai dari shalat malam (Tahajud), sahur bersama, hingga berbagai pelatihan motivasi (Motivation Training).
Sementara itu, siswa kelas XI dan XII mengikuti rangkaian kegiatan dari pagi pukul 07.00 hingga siang hari setelah Shalat Dzuhur berjamaah.
Fokus kegiatan mereka adalah pendalaman materi agama di kelas dan masjid, termasuk kajian fikih kepemimpinan dan etika remaja.
Selain penguatan iman, Supardi memberikan instruksi khusus mengenai kebersihan lingkungan sekolah.
Kasek meminta seluruh siswa untuk aktif menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai cermin dari jiwa yang bersih.
“Jangan sampai kita menjadi produk yang memproduksi sampah. Jika ada sampah, segera ambil. Kita harus memastikan sekolah tetap bersih, terutama saat ada tamu dari luar,” tegasnya.
Selama tiga hari pelaksanaan (25–27 Februari 2026), siswa akan disuguhi berbagai materi menarik.
Rangkaian kegiatan selama tiga hari ini mencakup berbagai agenda, mulai dari Motivation Training, tadarus Al-Qur’an (Surat Al-Waqiah, Al-Mulk, dan Ar-Rahman), hingga lomba-lomba kreatif seperti Islamic Challenge dan melukis, adzan competition hingga Ramadhan Night Festival bagi siswa yang bermukim.
Kegiatan akan ditutup pada hari Jumat dengan evaluasi melalui post-test dan pengumuman kejuaraan untuk mengapresiasi keaktifan para siswa.
Untuk menjaga kekhusyukan, pihak sekolah juga memberlakukan aturan disiplin yang ketat, termasuk pengumpulan perangkat handphone selama sesi materi berlangsung.
Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak generasi SMAN 1 Ponorogo yang tidak hanya unggul secara akademis.
Tetapi juga memiliki landasan iman yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan, seperti persaingan masuk ke perguruan tinggi maupun kedinasan. (mas)

















































