KOTA, Media Ponorogo – Grup Reog Jaya Manggala dari SMPN 2 Ponorogo sukses mencuri perhatian dalam gelaran Festival Reog Remaja (FRR) XXII.
Gemuruh tepuk tangan dan decak kagum penonton memadati panggung utama Alun-Alun Ponorogo pada Senin malam (8/6/2026).
Tampil pertama pada hari kedua festival, kontingen SMPN 2 Ponorogo menyuguhkan pagelaran yang luar biasa, bertenaga, dan memukau sejak menit pertama naik panggung.
Totalitas 125 Personel dan Latihan Intensif 3 Bulan
Kepala SMPN 2 Ponorogo, Imam Saifudin, S.Pd., M.Or., tidak dapat menyembunyikan rasa bangga dan syukurnya atas penampilan impresif para anak didiknya.
Menurutnya, aksi memikat malam itu merupakan buah dari kedisiplinan dan komitmen tinggi seluruh tim.
“Alhamdulillah, anak-anak tampil dengan luar biasa dan penuh semangat. Ini tidak lepas dari komitmen besar kami untuk mengikuti FRR tahun 2026. Semua anak-anak tampil maksimal dan mampu mengeksplorasi panggung sesuai instruksi pelatih serta pembina,” ujar Imam Saifudin saat ditemui usai gelaran.
Tidak tanggung-tanggung, Jaya Manggala SMPN 2 Ponorogo menurunkan kekuatan penuh dengan total 125 personel.
Formasi megah tersebut terdiri dari 28 Penari Jathil yang tampil anggun dan kompak. 4 Bujang Ganong (Pujangga Anom) yang atraktif dan lincah. 7 Klono Sewandono (Dhadhak Merah) yang gagah berwibawa. Serta 20 Penari Warok yang berkarakter kuat.
Tim pengrawit serta pendukung yang solid.
Saat ditanya mengenai target, Imam Saifudin optimistis bahwa kualitas penampilan anak didiknya layak diganjar penghargaan tertinggi. “Targetnya juara? Nah, juara satu,” tegasnya mantap.
Bukan Sekadar Festival, tetapi Komitmen Pelestarian Budaya
Lebih lanjut, Imam menjelaskan bahwa penampilan luar biasa ini dipersiapkan secara matang melalui latihan intensif selama tiga bulan penuh.
Bagi SMPN 2 Ponorogo, seni Reog Ponorogo bukan sekadar komoditas kompetisi tahunan, melainkan warisan leluhur yang sudah mengakar dalam kegiatan sekolah.
“Ini membuktikan bahwa seni Reog di SMPN 2 Ponorogo betul-betul kita budayakan dan lestarikan. Ini tidak hanya saat FRR saja, tetapi sudah menjadi ekstrakurikuler wajib yang kita laksanakan setiap minggu. Kami berkomitmen menjaga budaya adiluhung asli Ponorogo ini, terutama di kalangan pelajar agar kelak mereka menjadi generasi yang terus mewarisi warisan budaya takbenda ini,” urainya.
Keberhasilan performa malam itu juga disebutnya berkat sinergi kuat dari seluruh ekosistem sekolah, mulai dari bapak/ibu guru, para siswa, hingga kemitraan strategis dengan pihak luar.
Dukungan Penuh Sinergi Komite Sekolah dan Orang Tua
Kesuksesan penampilan Reog Jaya Manggala ini juga tidak lepas dari sokongan penuh pihak komite sekolah.
Sugiani, M.Pd., selaku perwakilan Komite Sekolah SMPN 2 Ponorogo menegaskan bahwa komite selalu hadir mendampingi dan memfasilitasi setiap program kerja lembaga sekolah, baik di tingkat kabupaten maupun program sekolah lainnya.
“Dari komitmen komite, kami selalu mempersamai dan mendukung penuh program sekolah ketika ada kegiatan. Harapan kami, semua berjalan aman, lancar, dan sinergis melalui kolaborasi antara pihak sekolah, komite, dan seluruh orang tua murid,” kata Sugiani.
Sugiani menambahkan, pihak komite memberikan dukungan secara menyeluruh (all-out) demi menyukseskan program-program sekolah yang bermuara pada prestasi siswa.
“Kami berharap kegiatan pelestarian seperti ini terus dilanjutkan ke depan. Harapan terbesar kami, anak-anak dari sekolah (SMPN 2 Ponorogo) bisa mendapatkan hasil yang terbaik dari yang terbaik pada FRR tahun ini. Terima kasih,” pungkasnya.
Dengan penampilan pembuka yang solid di hari kedua ini, Reog Jaya Manggala SMPN 2 Ponorogo menjadi salah satu kandidat yang patut diperhitungkan dalam perebutan takhta juara Festival Reog Remaja XXII tahun 2026. (mas)












































