BABADAN, Media Ponorogo – SMPN 1 Babadan kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi unggul yang berkarakter melalui program Pondok Ramadhan 1447 H.
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 570 siswa dari kelas 7, 8, dan 9 ini dilaksanakan dengan menggandeng Pondok Pesantren Al-Ikhlas sebagai mitra strategis dalam penguatan spiritualitas siswa.
Berbeda dengan kegiatan sekolah pada umumnya, SMPN 1 Babadan menerapkan sistem mukim atau bermalam secara bergantian di pesantren.
Dimulai sejak Senin, 23 Februari 2026, para siswa diajak untuk merasakan langsung denyut kehidupan santri.
Salah satu aturan ketat yang diberlakukan adalah larangan membawa telepon seluler (HP).
Hal ini bertujuan agar siswa dapat fokus sepenuhnya pada ibadah dan interaksi sosial tanpa gangguan teknologi.
Kepala SMPN 1 Babadan, Munif Wajdi S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa pilihan menitipkan siswa langsung ke pesantren memiliki alasan filosofis yang kuat.
Menurutnya, atmosfer pesantren memberikan pengalaman batin yang tidak bisa didapatkan di ruang kelas biasa. Tentu ini sangat efektif untuk mentransfer nilai-nilai karakter secara mendalam.
“Kalau langsung di pondok, anak-anak bisa langsung praktik. Transfer ilmunya lebih mendalam, terutama untuk materi dasar seperti thaharah (bersuci) dan baca tulis Al-Qur’an,” ujar Munif Wajdi saat dikonfirmasi kemarin.
Branding Sekolah Negeri Rasa Pesantren
Meski berstatus sekolah negeri, SMPN 1 Babadan memang dikenal memiliki basis religius yang kental.
Pondok Ramadhan ini hanyalah puncak dari rangkaian pembiasaan harian yang sudah berjalan konsisten di sekolah, antara lain:
Shalat Dhuha Berjenjang: Setiap pagi pukul 06.45 WIB, siswa wajib mengikuti shalat dhuha secara bergilir.
Hafalan Surat Pendek: Bagi kelas yang tidak mendapat jadwal dhuha, mereka wajib setor hafalan surat pendek (Juz Amma) di dalam kelas.
Kultum Rutin: Pembiasaan dilakukan hingga pukul 07.20 WIB sebelum jam pelajaran pertama dimulai.
Dengan mengusung tema “Membangun Karakter Tangguh dan Berakhlak Mulia Melalui Ibadah Ramadhan”, pihak sekolah berharap kegiatan yang berlangsung hingga 3 Maret 2026 ini memberikan dampak jangka panjang.
“Kami ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa SMPN 1 Babadan adalah tempat di mana prestasi akademik dan kematangan akhlak berjalan beriringan,” tandas Munif.
Melalui program ini, SMPN 1 Babadan tidak hanya memberikan pengajaran, tetapi juga memberikan pengalaman hidup yang membentuk identitas siswa sebagai pribadi yang berintegritas dan religius.
“Harapannya, setelah keluar dari sini, apa yang dipelajari di Al-Ikhlas bisa terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (mas)

















































