KOTA, Media Ponorogo – Komitmen SMK PGRI 1 Ponorogo dalam menjaga denyut nadi tradisi leluhur berbuah manis.
Lembaga pendidikan unggulan di “Kota Reog” ini secara resmi dinobatkan sebagai Pelestari Budaya Reog Tahun 2025 oleh Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Apresiasi bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Lembaga Adat Kasunanan Surakarta, GKR Koes Moertiyah Wandansari, di Sasana Pagelaran pada Sabtu (27/12) lalu.
Penghargaan ini diberikan bertepatan dengan momentum peringatan HUT Paguyuban Kawula Keraton Surakarta (Pakasa) ke-94.
Penghargaan ini bukan sekadar seremoni. Keraton Surakarta menilai SMK PGRI 1 Ponorogo sebagai institusi pendidikan yang konsisten dan aktif dalam melestarikan adat serta budaya Jawa.
Khususnya Seni Reog Ponorogo yang kini telah diakui dunia melalui UNESCO.
Tercatat, sekolah ini telah menunjukkan dedikasi tanpa putus selama hampir satu dekade dalam berbagai perhelatan budaya besar.
“Ini merupakan bentuk apresiasi atas keikutsertaan secara terus-menerus selama hampir 10 tahun dalam pagelaran budaya dan adat,” ungkap Keluarga Besar Kepala SMK PGRI 1 Ponorogo melalui akun resminya.
Keaktifan mereka terekam jelas dalam berbagai prosesi sakral, mulai dari Kirab Bedol Pusaka, Kirab Pusaka, hingga pengembangan seni karawitan dan tari.
Tak hanya menerima penghargaan, dalam kesempatan tersebut, SMK PGRI 1 Ponorogo juga memukau tamu undangan dengan penampilan apik Reog Gambir Anom.
Pencapaian ini kian mempertegas posisi SMK PGRI 1 Ponorogo sebagai lembaga pendidikan berbasis budaya.
Penghargaan dari salah satu pilar budaya Jawa ini diharapkan menjadi pelecut semangat bagi seluruh civitas akademika untuk terus menguri-nguri (melestarikan) budaya adiluhung di tengah gempuran zaman. (mas)














































