JETIS, Media Ponorogo — Sebuah insiden kebakaran hebat melanda kawasan Dukuh Turi, Desa Turi, RT 01/RW 01, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, pada Minggu (1/11/2026).
Peristiwa yang sempat viral di media sosial ini bermula dari aktivitas pembakaran sampah daun jagung yang merembet dengan cepat hingga menghanguskan lahan pertanian dan sebuah gudang rosok.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Kabupaten Ponorogo, Bambang Supeno, mengungkapkan bahwa api dengan cepat membesar akibat kelalaian dalam pembersihan lahan.
Berdasarkan keterangan di lapangan, peristiwa ini dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah daun jagung yang ditinggalkan begitu saja tanpa pengawasan.
”Awalnya ada warga yang membakar sampah daun jagung, namun ditinggal begitu saja tanpa ditunggu sampai padam. Akibatnya, api merembet ke rumpun bambu terdekat dan terus membesar hingga melahap area gudang rosok di sekitarnya,” jelas Bambang Supeno saat dikonfirmasi, Minggu (1/11/2026).
Kronologi dan Penanganan Tim Damkar
Laporan kebakaran ini pertama kali diterima oleh Regu E Damkar Ponorogo pada pukul 10.50 WIB. Berkat kesigapan petugas, tim langsung bergerak cepat menuju lokasi yang berjarak sekitar 15 kilometer dari markas.
Berangkat: 10.53 WIB
Tiba di Lokasi: 11.10 WIB
Mulai Penanganan: 11.13 WIB
Mengingat besarnya kobaran api yang membakar area lahan jagung seluas 800 meter persegi dan gudang rosok seluas 500 meter persegi, pihak Damkar mengerahkan 3 unit armada pemadam kebakaran sekaligus (nomor polisi AE 8005 TP, AE 8134 SP, dan AE 8133 SP).
Operasi pemadaman dan pendinginan yang melibatkan personel Regu E Damkar, Polsek Jetis, Kabid Damkar, warga setempat, serta relawan Trep Damkar Ponorogo ini akhirnya berhasil diselesaikan sepenuhnya pada pukul 15.20 WIB tanpa ada kendala berarti di lapangan.
Kerugian Materiil dan Dampak
Meskipun dipastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, amukan si jago merah membuat tidak ada satupun benda di dalam gudang rosok yang berhasil diselamatkan. Seluruh isi gudang beserta bangunan dan vegetasi di sekitarnya ludes terbakar.
Akibat kejadian ini, total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp250 juta. Peristiwa ini pun sempat menarik perhatian warga dan menjadi perbincangan hangat serta viral di berbagai platform media sosial, mengingat kepulan asap hitamnya yang membubung tinggi dan terlihat dari kejauhan.
Pihaknya kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat melakukan aktivitas pembakaran sampah di area terbuka, serta tidak meninggalkan api dalam kondisi menyala tanpa pengawasan guna menghindari bencana serupa. (mny)








































