Home Budaya Kobarkan Nasionalisme, Pelajar SMPN 5 Ponorogo Gelar Parade 27 Baju Adat Nusantara...

Kobarkan Nasionalisme, Pelajar SMPN 5 Ponorogo Gelar Parade 27 Baju Adat Nusantara di Upacara Sumpah Pemuda

0

KOTA, Media Ponorogo — Menanamkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air kepada peserta didik kini menuntut pendekatan yang kreatif dan menyentuh pengalaman langsung.

Hal inilah yang sukses dibuktikan oleh SMP Negeri 5 Ponorogo dalam perayaan Hari Sumpah Pemuda, Rabu 28 Oktober 2026.

​Di bawah kepemimpinan Crysna Rhany Ningrum, S.Kom., kepala sekolah yang dikenal aktif berinovasi ini menggelar upacara bendera dan festival budaya yang memukau.

Terbukti, ​ada pemandangan yang tidak biasa pada peringatan tahun ini. Para siswa tampil memukau dengan balutan busana adat dari berbagai penjuru nusantara.

Kepala SMPN 5 Ponorogo, Crysna Rhany Ningrum, S.Kom., mengungkapkan bahwa konsep ini sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman langsung kepada para siswa mengenai arti penting kebhinekaan dalam bingkai Sumpah Pemuda.

​”Melalui momen ini, kami mencoba untuk memberikan pengalaman baru kepada anak-anak terkait dengan jiwa Sumpah Pemuda, di mana kemerdekaan ini diperoleh dari adanya perjuangan berbagai macam suku,” ujar Crysna saat ditemui usai kegiatan.

​Parade 27 Provinsi dan Pengenalan Adat Istiadat

​Uniknya, busana adat yang ditampilkan merepresentasikan 27 provinsi di Indonesia, menyesuaikan dengan jumlah total 27 kelas yang ada di SMPN 5 Ponorogo.

Setiap kelas mengirimkan perwakilan satu siswa laki-laki dan satu perempuan untuk mengenakan pakaian tradisional yang telah diundi sebelumnya.

​”Kemarin perwakilan tiap kelas mengambil undian. Siapa pun yang mendapat hasil undian tersebut, dia harus memakai baju itu dan mengenal adat istiadat daerah tersebut,” jelas Crysna.

​Tidak hanya sekadar berparade mengenakan pakaian tradisional, para siswa perwakilan kelas juga mengikuti berbagai lomba fashion show sekaligus untuk memaparkan dan memperkenalkan keunikan serta ciri khas busana adat yang mereka kenakan.

​Salah satu peserta perwakilan kelas 7C yang mengenakan busana adat Sulawesi Tenggara, Alena Anindia Wibowo, mengaku bangga bisa ikut ambil bagian dalam ajang fashion show busana nusantara ini.

​”Ya, bangga juga sih bisa mewakili kelas buat jadi fashion show dan memaparkan busana adat. Kan kita sebagai generasi muda yang akan meneruskan pakaian-pakaian ini,” ungkap Alena antusias.

​Ajang Apresiasi Pengurus OSIS hingga Ragam Lomba Kreatif

​Selain parade pakaian adat, jajaran petugas upacara pada hari itu juga tampak istimewa dengan mengenakan seragam baju adat.

Crysna menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan bentuk apresiasi khusus kepada pengurus OSIS lama yang akan segera purna tugas dan digantikan oleh pengurus baru.

​Kemeriahan peringatan Sumpah Pemuda di sekolah ini semakin lengkap dengan digelarnya berbagai perlombaan sepanjang hari, mulai dari lomba pidato bertema pakaian adat, lomba puisi, hingga lomba menyanyikan lagu daerah antarkelas (padusa kelas).

​Menanamkan Satu Rasa dan Visi Kebangsaan

​Melalui kegiatan kreatif ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya mengenal keragaman budaya, tetapi juga mampu meresapi nilai-nilai persatuan yang diikrarkan oleh para pemuda pada tahun 1928 silam.

​”Harapannya, mudah-mudahan dengan adanya peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, anak-anak semakin memiliki rasa nasionalisme yang tinggi. Mereka memahami bahwa bangsa ini tidak bisa besar tanpa adanya satu rasa, satu sikap, dan satu visi-misi yang sama dari seluruh pemuda di Indonesia,” pesan Crysna.

​Inovasi berkelanjutan yang dihadirkan oleh SMPN 5 Ponorogo ini menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam mendidik generasi muda agar menjadi pribadi yang unggul, bermartabat, serta bermanfaat bagi masyarakat dan negara. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here