Home Budaya Merawat Heritage, Mencetak Generasi Emas: Smada Festival 2026 Wadahi Potensi Pelajar se-Madiun...

Merawat Heritage, Mencetak Generasi Emas: Smada Festival 2026 Wadahi Potensi Pelajar se-Madiun Raya

0

Perhelatan tahunan SMAN 2 Ponorogo kembali menggebrak. Mengusung spirit kebudayaan lokal, ajang ini jadi kawah candradimuka bakat non-akademik siswa sekaligus pembuktian kualitas tenaga pendidik.

KOTA, Media Ponorogo – Spirit pelestarian budaya lokal bertajuk “Eternal of Heritage” bergema kuat di SMAN 2 Ponorogo, Sabtu (15/8/2026).

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 sekolah yang berbarengan dengan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, sekolah rujukan di Kota Reog ini sukses memungkas rangkaian Smada Festival 2026 dengan sangat semarak namun tetap bernuansa khidmat.

Ratusan talenta muda mulai tingkat SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA se-Eks Karesidenan Madiun memadati area sekolah sejak pukul 07.00 WIB.

Mereka unjuk kebolehan dalam lima cabang lomba estetika dan sastra: Nembang Macapat, Story Telling, Tari Kreasi, Solo Vokal, hingga Cipta Puisi.

Kepala SMAN 2 Ponorogo, Mursyid, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa perayaan tahun ini memang dirancang dengan konsep fleksibel dan bersahaja tanpa mengikis marwah serta esensi peringatan hari lahir sekolah.

“Kesederhanaan tahun ini tidak mengurangi sedikit pun kekhidmatan HUT ke-47 SMAN 2 Ponorogo. Kami fokus pada substansi penguatan edukasi internal dan pengembangan potensi peserta didik,” kata Mursyid, S.Pd., M.Pd. (Kepala SMAN 2 Ponorogo)

Mursyid memaparkan, rangkaian perayaan sebenarnya sudah digulirkan sejak Senin (10/8).

Diawali agenda krusial In-House Training (IHT) bagi seluruh Bapak/Ibu guru dan pegawai.

Agenda ini bukan sekadar rutinitas, melainkan kawah penyegaran kompetensi pendidik menyongsong Tahun Pelajaran 2026/2027.

“Lewat IHT, kami pastikan seluruh jajaran pendidik betul-betul siap mengawal dan mengantarkan anak-anak menuju gerbang kesuksesan masa depan,” tegas sosok berdedikasi tersebut.

Kemeriahan internal makin mencair saat digelar deretan lomba permainan antar-siswa serta aksi Sepeda Santai keliling Kota Ponorogo pada Kamis (13/8), yang mempererat kebersamaan warga sekolah dengan masyarakat sekitar.

Puncak Smada Festival 2026 menjadi bukti nyata peran SMAN 2 Ponorogo sebagai benteng kebudayaan sekaligus wadah inkubasi bakat muda.

Menurut Mursyid, ada empat misi besar yang diusung dalam gelaran inter-daerah ini:

Wadah Ekspresi Regional: Pelajar tidak hanya diuji di tingkat sekolah atau kecamatan, melainkan diajak mengukur ketangkasan bakat di panggung regional Eks Karesidenan Madiun.

Penjaringan Generasi Unggul: Proses scouting bibit-bibit berbakat sejak dini untuk disiapkan menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045.

Pembentukan Karakter Mulia: Lewat dinamika kompetisi, siswa digembleng untuk memiliki sikap mandiri, tanggung jawab, kreativitas, dan kolaborasi.

Merajut Silaturahmi: Menjadi jembatan persaudaraan yang kokoh antara SMAN 2 Ponorogo dengan sekolah-sekolah di Madiun Raya.

Kolaborasi dan Sinergi Daerah

Kesuksesan perhelatan ini tak lepas dari kolaborasi apik bersama jajaran mitra dan sponsor lokal, seperti AMAN Catering, Klinik Pratama Berkah Prima Medika, Hoki Design & Printing, Alfachia Tourney, Monte Carlo, Sambal Ijo, Ponorogo 24 Jam, hingga Medhioen Ae.

Lewat momentum HUT Ke-47 ini, SMAN 2 Ponorogo kembali membuktikan kualitasnya: tak hanya digdaya secara akademik, namun juga garda terdepan dalam menjaga identitas budaya dan karakter generasi muda Jawa Timur. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here