SOMOROTO, Media Ponorogo – Partisipasi SMKN 1 Badegan dalam gelaran Kirab Budaya Grebeg Tutup Suro Bantarangin 2026, Kamis (16/7/2026), mencuri perhatian masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Sujono, S.Pd., M.Pd., sekolah ini tampil totalitas dengan menghadirkan instalasi seni dan figur sejarah lokal yang kental akan nilai budaya.
Menghidupkan Sosok Suro Badeg
Dalam kirab tersebut, SMKN 1 Badegan mengusung tema “Suro Badeg”, sebuah tokoh Warok legendaris dari wilayah Badegan.
Menurut guru seni rupa SMKN 1 Badegan, Drs. Joko Triyono, pemilihan tema ini bertujuan untuk mengangkat sejarah lokal agar lebih dikenal masyarakat luas.
Ikon Merak yang Megah dan Artistik
Sebagai pelengkap barisan kirab, SMKN 1 Badegan menampilkan mobil hias dengan ikon burung merak raksasa yang tampak megah.
Dominasi warna hijau toska yang cerah, dipadukan dengan aksen biru dan merah, membuat instalasi ini terlihat menonjol dari kejauhan.
”Kami memilih ikon merak karena merupakan simbol utama dalam seni Reog Ponorogo. Kami ingin menciptakan sesuatu yang indah, bagus, dan menghibur bagi masyarakat,” ujar Joko Triyono.
Instalasi yang pengerjaannya memakan waktu empat hari ini juga dihiasi dengan bunga dan dedaunan segar, menambah kesan estetik pada tampilan mobil hias tersebut.
Sinergi Taruna dan Budaya
Keterlibatan siswa dalam kirab ini pun sangat terorganisir. SMKN 1 Badegan menerjunkan tim yang terdiri dari satu pemeran warok, dua dayang-dayang, serta sepuluh taruna yang tampil gagah mendampingi mobil hias.
Kehadiran para taruna dalam barisan kirab menunjukkan kedisiplinan siswa SMKN 1 Badegan yang dipadukan dengan semangat pelestarian budaya.
Melalui keikutsertaan ini, SMKN 1 Badegan berharap dapat terus berkontribusi dalam menggali potensi budaya lokal serta memberikan hiburan berkualitas bagi warga masyarakat, khususnya di kawasan Somoroto dan sekitarnya. (mas)













































