KOTA, Media Ponorogo – SMK PGRI 2 Ponorogo kembali menunjukkan komitmennya dalam memfasilitasi bakat dan minat generasi muda melalui ajang bergengsi Sterida Competition 2026.
Gelaran tahunan yang dipelopori oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) ini resmi dibuka pada Minggu (10/5/2026) dengan melibatkan ratusan peserta dari berbagai daerah.
Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Agus Pariadi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kompetisi ini telah menjadi agenda rutin selama 12 tahun terakhir.
Selain sebagai sarana promosi lembaga, kegiatan ini bertujuan memberikan ruang bagi talenta-talenta muda untuk berkompetisi secara langsung.
“Tujuan utamanya adalah memunculkan bibit-bibit baru pada bidang lomba yang kami adakan. Kami ingin memberikan kesempatan bagi anak-anak didik kita untuk menunjukkan kemampuannya,” ujar Agus Pariadi saat membuka acara.
Antusiasme peserta pada tahun ini tergolong sangat tinggi. Tercatat sebanyak 520 peserta tingkat SD/MI dan SMP/MTs dari wilayah Karesidenan Madiun turut ambil bagian dalam kompetisi ini.
Guna menjaga kualitas pelayanan dan efisiensi waktu, panitia menerapkan sistem pembatasan kuota pada setiap bidang lomba.
Terdapat 9 bidang lomba yang dipertandingkan, mencakup aspek akademik, seni, hingga keagamaan.
Olimpiade Akademik: IPA, PPKN, dan Matematika (SMP/MTs). Seni Tari: Tari Ganong dan Tari Kreasi.
Keagamaan: Dacil, Tartil, Adzan/Iqomah, Dai, Qiro’, serta cabang baru yakni Kaligrafi.
Menariknya, pengelolaan event skala regional ini hampir 90% dikerjakan secara mandiri oleh para siswa yang tergabung dalam OSIS. Hal ini dimaksudkan untuk melatih kemandirian, tanggung jawab, serta disiplin siswa sebagai bekal mereka saat lulus nanti.
Para pemenang dalam ajang ini akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp10.350.000,- beserta trofi, sertifikat, dan uang pembinaan.
Agus Pariadi berharap agar seluruh peserta dapat bertanding secara sportif dan jujur.
“Percayalah bahwa jika prosesnya benar, maka hasilnya pun akan mengikuti. Kepada dewan juri, kami titipkan penilaian yang seobjektif mungkin demi menjaga nama besar lembaga dan kualitas kompetisi ini,” tutupnya. (mas)















































