Home Headline Wow, Pelajar Asal Ngrayun Ciptakan Robot Orak Arik Gabah

Wow, Pelajar Asal Ngrayun Ciptakan Robot Orak Arik Gabah

104
0

PONOROGO – Pagelaran wayang kulit menjadi puncak peringatan HUT ke-42 SMPN 1 Jetis, Jum’at (25/10/2019).

Ringgit Purwo ini menghadirkan Dalang Ki Muhammad Pamungkas Prasetyo Bayu dengan Lakon Wahyu Senopati (Gatutkoco Winisudo).

Dra Asih Setyowati M.Pd Kepala SMPN 1 Jetis mengatakan wayang kulit merupakan salah satu rangkaian memperingati HUT ke-42 SMPN 1 Jetis.

“Alhamdulillah, di usianya ke-42 tahun ini banyak prestasi yang ditorehkan baik di tingkat kecamatan, kabupaten, nasional bahkan internasional,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Asih menginformasikan salah satu anak didiknya yang bernama Else Windari mengikuti Kalbe Junior Scientist Award 2019 Tingkat Nasional di ICE BSD Tangerang Selatan.

Anak didiknya sedang memperjuangkan hasil temuan robot untuk orak arik gabah berbasis mikokontroler arduino nano dan smartphone android. “Sehingga petani tidak capek kepanasan. Karena bisa dikendalikan dari tempat yang teduh,” sebutnya.

Hebatnya lagi, meski berasal dari Cepoko Ngrayun, siswa tersebut mampu bersaing dengan peserta yang tidak hanya dari Indonesia.

Namun juga berasal dari manca, seperti Malaysia, Rusia, Filipina dan Jepang. “Alhamdulillah meski dari kota kecil bisa bersaing di dunia internasional,” sebutnya.

 

Asih sapaan akrabnya berharap, kedepan prestasi anak didiknya lebih baik lagi. “Semoga muncul bibit lain yang lebih baik prestasinya dari sekarang,” harapnya.

Di tempat terpisah, Else kepada wartawan mengatakan, robot yang ia kembangkan hampir selama 4 bulan bersama guru pembimbingnya akhirnya meraih juara 2 nasional.

Adapun komponen elektronik dalam robot peduli petani ini seperti motor listrik DC, microcontroller arduino nano, charger solar controller, baterai, modul bluetoth hc 05, DC to DC step down, dan relay.

“Robot ini juga dilengkapi dengan panel surya yang dapat membantu pengisian daya baterai ketika dijemur diterik matahari,” sebutnya.

Menurutnya, tidak terlalu sulit menjalankan robot temuannya ini. Caranya, saat arus dari baterai sudah hidup maka otomatis bluetooth juga akan menyala.

Petani tinggal mengkoneksikan robot dengan smartphone yang sudah terinstal software remot control.

“Petani bisa mengarahkan robot maju mundur kiri kanan sampai padi yang dijemur bisa rata, dan bisa dijangkau dari jarak 5 sampai 10 meter,” kata Else sambil mempraktekkan.

Sementara itu, HUT SMPN 1 Jetis tahun ini diutamakan bersama masyarakat. Terbukti serangkaian kegiatan dipusatkan di lapangan Desa Josari, Kecamatan Jetis.

Dimulai Parade Reyog, pentas seni siswa, dilanjutkan Parade Gajah-gajahan dan jaranan thik serta pentas reyog siswa-siswi SMPN 1 Jetis. (as)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here