KOTA, Media Ponorogo — Upacara bendera yang digelar SMP Negeri 4 Ponorogo dalam rangka memperingati momen Sumpah Pemuda, Senin 26 Oktober 2026 berlangsung hikmad & istimewa.
Pasalnya, bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) yakni Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H didampingi Kepala SMPN 4 Ponorogo, Winarti, S.Pd, M.Pd., dan Ketua Komite Sekolah, Riyadi.
Dalam amanatnya di hadapan ratusan siswa, Kapolres Ponorogo AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H memberikan edukasi mendalam mengenai pencegahan kenakalan remaja.
Mulai bahaya perundungan (bullying), disiplin berlalu lintas, hingga imbauan untuk bijak bermedia sosial melalui prinsip saring sebelum sharing.
Tak hanya menjadi ajang pembinaan karakter, momentum ini dimanfaatkan SMPN 4 Ponorogo untuk memamerkan geliat karya literasi dan inovasi digital.
Dua agenda besar diluncurkan secara bersamaan, yakni peluncuran buku antologi cerpen, komik dan novel karya siswa SMP Negeri 4 Ponorogo serta aplikasi ekosistem sekolah digital bertajuk “e-Moncer”.
”Buku dan aplikasi ini bukti nyata bahwa anak-anak kita semakin literat dan melek digital. Mereka tidak sekadar bergaul di jalanan atau sekadar ngopi, tetapi terbukti mampu menghasilkan karya sastra yang membanggakan sekaligus disiplin dalam memanfaatkan teknologi modern,” ujar Winarti, M.Pd Kepala SMPN 4 Ponorogo.
Gerakan literasi sekolah yang dibina oleh Dr. Hj. Nurhidayati, M.Pd., sukses melahirkan dua karya utama.
Yakni antologi cerpen berjudul “Langkah, Ikhtiad dan Harapan” (antologi cerpen) yang menghimpun 18 karya siswa pilihan, serta sebuah buku komik buah tangan Latifah Purnama Hadi.
“Proses kreatif pembuatan buku ini memakan waktu intensif selama kurang lebih delapan bulan sejak Januari,” sebutnya.
Sebagai penanda peresmian, dilakukan penandatanganan secara simbolis oleh Kapolres Ponorogo, Kepala Sekolah, dan Ketua Komite, disusul penyerahan langsung buku karya siswa kepada AKBP Damus Asa, S.H., S.I.K., M.H.
Sebaliknya, Kapolres Ponorogo menyerahkan bola voli untuk mendukung sportifitas siswa di bidang olahraga.
Selain karya tulis, sekolah turut meresmikan aplikasi e-Moncer melalui prosesi hitung mundur dan penempelan telapak tangan pada layar monitor digital.
Aplikasi ini dirancang untuk menyederhanakan administrasi sekolah secara paperless dan real-time.
Beberapa fitur unggulan yang didemonstrasikan meliputi:
e-Jurnal Guru: Pemantauan kehadiran dan jurnal mengajar guru di tiap kelas berbasis barcode yang terintegrasi ke layar pemantau utama.
Presensi Siswa Digital: Pencatatan kehadiran siswa menggunakan tapping ID Card atau gawai pintar yang langsung terhubung ke aplikasi orang tua.
Buku Tamu & Absensi Pegawai: Pencatatan kehadiran tamu serta absensi harian bagi tenaga kependidikan non-ASN.
Examora (Ujian Digital): Pelaksanaan asesmen berbasis digital guna memangkas penggunaan kertas dan menghemat anggaran operasional.
Luar biasanya lagi, Aplikasi e-Moncer tidak hanya mempermudah kinerja guru, tetapi juga memberikan akses langsung kepada orang tua siswa.
“Melalui gawai masing-masing, orang tua dapat memantau kedatangan anak di sekolah hingga mengirimkan surat izin sakit secara digital dengan melampirkan foto bukti secara real-time,” sebutnya.
Sinergi antara budaya literasi dan digitalisasi ini menegaskan komitmen SMPN 4 Ponorogo dalam mencetak generasi muda yang cerdas, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan era digital. (mas)














































