KOTA, Media Ponorogo — Suasana nostalgia, keharuan mewarnai malam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) Ke-87 SD Ma’arif Ponorogo, Sabtu (19/9/2026) malam.
Lantaran kehadiran pelantun sholawat sekaligus Khodimul Majelis Dzikir & Sholawat Biajmala Dzikro.
Yakni Gus Farhan Li Ulil Albab (Gus Ulil) yang ternyata adalah alumni SD Ma’arif Ponorogo angkatan 2013/2014, menjadi magnet utama acara yang digelar di halaman sekolah tersebut.
Di hadapan ribuan jamaah, jajaran kiai, guru, dan para adik kelasnya, Gus Ulil menyampaikan tausiah yang kaya akan pengakuan jujur, kenangan masa kecil, serta apresiasi tinggi terhadap pendidikan karakter di SD Ma’arif Ponorogo.
Sejak awal naik ke atas panggung, Gus Ulil tak canggung menunjukkan rasa hormat dan ‘kegugupannya’ di hadapan para gurunya.
Seperti Ketua PCNU Ponorogo Dr. Idham Mustofa, M.Pd.I., Ketua LP Ma’arif Ponorogo Dr. Basuki, M.Ag., Eny Lutafiyah, S.Pd Kepala SD Ma’arif Ponorogo hingga jajaran sesepuh NU lainnya.
“Jane kulo niki setengah ndredek. Jane dalu niki kulo niku diundang nopo dites? Lah kulo niku rodok bingung, antara diundang sekalian dites,” tutur Gus Ulil berseloroh yang disambut tawa hadirin.
“Kulo niki teng mriki murid. Guru-guru kulo niki sedoyo wau sing teng pinggir kulo. Mugi-mugi beliau sedoyo diparingi sehat walafiat, panjang yuswa, kersane saged mimpin lan mulang kawulo panjenengan sami sakdangu-danguhe.”
Dalam pesan keagamaannya, Gus Ulil menegaskan bahwa gemblengan para guru di SD Ma’arif dan Masjid NU telah membentuk fondasi ibadah yang sangat kokoh dalam dirinya sejak dini.
Ia mengenang secara khusus bimbingan Romo KH Muhammad Abnan.
“Kulo riyin kemutan, kulo niku belajar sholat niku nggih teng masjid niki. Sing ngajari kulo sholat beliau Romo Kiai Haji Muhammad Abnan. Barokahe kesabaran lan ketelatenan beliau-beliau mendidik, hattal aan kulo mboten nate ninggalne sholat limang wektu,” ungkapnya penuh haru.
Tak hanya pembentukan karakter ibadah, Gus Ulil juga memberikan kesaksian bagaimana lulusan SD Ma’arif Ponorogo mampu bersaing dan menembus berbagai profesi strategis, termasuk di satuan militer elit negara.
“Sampun bukan rahasia pribadi lagi, kathah alumni SD Ma’arif sing dados piyantun luar biasa. Angkatan dalem mawon enten sing dadi tentara, enten sing dadi Kopassus e Presiden Pak Prabowo. Niku bocah SD Ma’arif,” serunya bangga.
Gus Ulil juga menceritakan jejak awal prestasinya di bidang seni religi yang dimulai dari panggung sekolah tersebut bersama grup hadrohnya.
Menurutnya, sekolah ini bukan sekadar tempat menuntut ilmu umum, melainkan tempat menempa bakat dan menjaga nilai silaturahmi yang tak pernah putus.
“Info nggih, kulo pertama kali berprestasi di bidang hadroh niku di SD Ma’arif Ponorogo. Lomba teng mriku alhamdulillah juara. Prestasi pertama kulo bareng adik-adik hadroh,” kenangnya.
“Hattal an 2026 sakniki, alhamdulillah silaturahim kulo kalih guru-guru sak konco-konco alumni dereng pedot. Setiap lebaran mesti kulo sowan. Niki menandakan bilih SD kita tercinta niki estu luar biasa, saged menanamkan pondasi ingkang kuat. Lek pun yakin nyekolahne anak teng mriki, insyaallah anake dados putra ingkang sholih sholihah, dunyo akhirate beres,” pungkasnya.
Puncak perhelatan Harlah Ke-87 bertema “Melangkah Pasti Menuju Generasi Unggul dan Juara” ini diakhiri dengan gema shalawat dan doa bermunajat bersama yang dipimpin langsung oleh Gus Ulil demi keberkahan dan kemajuan SD Ma’arif Ponorogo di masa depan. (mas)














































