KOTA, Media Ponorogo — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat gerakan dakwah dari tingkat basis.
Terbukti, Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM)
PDM Ponorogo resmi menggelar Seleksi Cabang, Ranting, dan Masjid Unggulan atau CRM Award Tahun 2026.
Bertempat di Gedung Dakwah ‘Aisyiyah Ponorogo, acara pembukaan yang dihelat pada Jumat, 11 September 2026 ini mengusung tema “Menggerakkan Kaum Muda, Menguatkan Jama’ah”.
Acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Farid Ma’ruf Fauzi Mustofa, dilanjutkan dengan pembacaan lagu kebangsaan Indonesia Raya, Sang Surya, serta lagu Ranting Itu Penting yang dipandu oleh Bunda Wahyuningtyas.
Dalam laporannya, Ketua LPCRPM Ponorogo, Suhandoko, memaparkan bahwa kegiatan ini dirancang secara berjenjang mulai dari tingkat daerah, wilayah, hingga nasional.
Guna memaksimalkan pembinaan dan pemerataan, PDM Ponorogo memetakan wilayah kerja ke dalam tiga zona penoping.
Zona 1 membentang dari wilayah kota ke barat, Zona 2 mencakup Babadan hingga Slahung serta area Jenangan, sementara Zona 3 meliputi wilayah Jetis hingga Mlarak.
Antusiasme warga persyarikatan pada tahun ini terbilang cukup menggembirakan. Dari total 23 Pimpinan Cabang (PCM) yang ada, sebanyak 11 cabang mendaftarkan diri. Sedangkan di level Pimpinan Ranting (PRM), tercatat ada 14 ranting yang berpartisipasi dari 230 ranting yang tercatat.
Adapun untuk kategori masjid, sebanyak 12 masjid dari total 133 data yang masuk turut ambil bagian memperebutkan predikat unggulan.
Tidak hanya soal administratif, Suhandoko juga menekankan pentingnya penguatan struktur melalui regenerasi.
Pihaknya menargetkan agar kepengurusan di tingkat cabang, ranting, maupun takmir masjid diisi oleh unsur kaum muda minimal 40 persen agar roda organisasi berjalan kian dinamis dan progresif.
Menyambung hal tersebut, Korbid LPCRPM Ponorogo, Ustadz Mujianto, menyampaikan bahwa ajang CRM Award di Ponorogo telah konsisten diselenggarakan selama tiga tahun berturut-turut sejak 2024, 2025, hingga 2026.
Ia berpesan agar para peserta tidak berkecil hati jika persiapan di lapangan belum sepenuhnya sempurna, sebab esensi utama kegiatan ini adalah merawat semangat berdakwah dan menghidupkan kajian ilmu di akar rumput.
”Bukan hanya sekadar ajang kompetisi, melainkan ajang silaturahim di antara kita, saling menguatkan satu sama lain untuk menumbuhkembangkan cabang, ranting, dan masjid agar kita menjadi warga Muhammadiyah yang berkemajuan,” tutur Ustadz Mujianto.
Prestasi membanggakan dari basis dakwah Ponorogo turut menjadi penyemangat tersendiri dalam ajang ini.
Mengingat pada ajang CRM Award tingkat nasional sebelumnya, Masjid Baitul Mukhlisin Nologaten Ponorogo sukses menorehkan prestasi gemilang dengan menyabet Juara 1 Masjid Unggul Nasional setelah sebelumnya juga pernah meraih juara pada tahun 2024.
Masjid yang dikenal dengan berbagai inovasi sosial, pemberdayaan ekonomi umat, hingga program Subuh Ceria tersebut diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lainnya di Ponorogo.
Sementara itu, Ketua PDM Ponorogo, Ustadz Drs. H. Muh. Syafrudin, M.A., dalam sambutannya sekaligus membuka acara secara resmi, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pimpinan cabang, ranting, and takmir masjid yang memiliki etos kerja berani.
Ia mengingatkan kembali karakter unik gerakan Muhammadiyah yang hidup dari akar rumput, terorganisir dengan matang, serta senantiasa menghidupkan kebersamaan jama’ah.
Melalui seleksi di tingkat daerah ini, para peserta terbaik tidak hanya berhenti di Ponorogo.
Mereka dipersiapkan untuk melaju ke tahap seleksi tingkat wilayah Jawa Timur di Agro Mulia Prigen pada Oktober mendatang, hingga berlanjut ke seleksi tingkat nasional demi mengharumkan kembali nama persyarikatan Ponorogo. (mas)













































