Home Headline Diduga Sengaja Dimatikan Perlahan, DLH Terpaksa Tebang Sejumlah Pohon Ayoman di Ponorogo

Diduga Sengaja Dimatikan Perlahan, DLH Terpaksa Tebang Sejumlah Pohon Ayoman di Ponorogo

0

KOTA, Media Ponorogo — Pemandangan tak biasa di sejumlah ruas jalan Ponorogo belakangan ini mengundang keprihatinan.

Tanaman penghijauan kota atau pohon ayoman yang semestinya tumbuh rindang justru kedapatan layu hingga mati secara tidak wajar.

​Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo yang mendapati laporan tersebut langsung bergerak cepat.

Tim diterjunkan untuk melakukan survei mendalam di beberapa titik, mulai dari kawasan timur terminal, Wonopringgo, hingga Jenes.

​Dari hasil peninjauan di lapangan, petugas mendapati indikasi bahwa pohon-pohon pelindung jalan tersebut sengaja dimatikan secara perlahan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Modus operandi yang ditemukan pun beragam, mulai dari batang pohon yang dipaku, diberi obat atau zat kimia tertentu, hingga dibakar pada bagian bawahnya.

​Kondisi fisik di lapangan kian memperkuat temuan tersebut. Di kawasan Wonopringgo, misalnya, batang pohon tampak mengalami kerusakan parah hingga pecah (mlethek) dari bagian bawah akibat kondisi bagian dalam tanaman yang sudah telanjur kering dan mati.

​Staf Bagian Potong Pohon DLH Ponorogo, Heru Santoso, menuturkan bahwa perusakan ini disinyalir dilatarbelakangi oleh kepentingan sesaat dari oknum tertentu.

Berdasarkan penelusuran sementara, motifnya mengerucut pada dua dugaan.

Pertama, pohon-pohon tersebut dianggap menghalangi kesuburan lahan sawah di sekitarnya. Kedua, pohon iti dinilai menutupi dan mengganggu pandangan ke arah ruko milik warga.

​Isu matinya pohon-pohon ayoman ini sebelumnya sempat menjadi perbincangan hangat di media sosial Instagram setelah videonya beredar luas.

Tak ingin polemik ini semakin meresahkan masyarakat, pihak DLH langsung mengambil langkah antisipatif yang cepat.

​Petugas langsung melakukan penebangan terhadap tiga pohon yang sudah mati di kawasan yang memang menjadi ranah Dinas lingkungan hidup.

Seperti di kawasan Jenes, pohon ditebang guna menghindari risiko patah atau tumbang yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan, Senin (7/9/2026).

Langkah penertiban dan pembersihan pohon serupa juga dijadwalkan berlanjut ke kawasan Wonopringgo, tepatnya di sisi timur pabrik es.

​”Begitu disurvei dan dipastikan kondisinya sudah mati, langsung dilakukan penebangan agar tidak sampai menimbulkan hal-hal yang membahayakan atau memicu keramaian di tengah masyarakat. Pokoknya yang masih menjadi kewenangan DLH langsung ditindaklanjuti,” ujar Heru.

​Melalui kejadian ini, pihak DLH mengimbau masyarakat untuk lebih peduli dan ikut merawat kelestarian lingkungan.

Pohon pelindung jalan tidak hanya berfungsi memperindah tata kota, melainkan menjadi penjaga keselamatan serta penyangga ekosistem penting bagi kenyamanan bersama di Ponorogo. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here