Home Headline Sugeng Riadi Kepala SMA Muhipo Sabet Gold Medal, Rekronstruksi Kurikulum Sukses Dongkrak...

Sugeng Riadi Kepala SMA Muhipo Sabet Gold Medal, Rekronstruksi Kurikulum Sukses Dongkrak Prestasi & Jumlah Siswa

0

Gebrakan 32 Jam untuk Negara & 14 Jam untuk Masa Depan

​KOTA, Media Ponorogo — Kepala SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo (SMA Muhipo), Sugeng Riadi, M.Pd., baru saja menorehkan prestasi membanggakan dengan menyabet Gold Medal sebagai Kepala Sekolah Berprestasi di ajang Muhammadiyah Education Awards (MEb Awards) 2026 yang digelar oleh Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur.

​Penghargaan prestisius ini terasa makin komplet karena bertepatan dengan perayaan Milad ke-63 SMA Muhipo.

Di tangan dingin Sugeng Riadi, sekolah swasta ini menjadi jujukan favorit masyarakat berkat terobosan-terobosan segar yang berani beda.

​Kurikulum “Merdeka” ala Muhipo: 32 Jam Negara, 14 Jam Masa Depan

​Selama ini, sekolah seringkali menyamaratakan pelajaran buat semua anak. Padahal, bakat dan minat tiap murid jelas beda-beda.

Berangkat dari keresahan itu, Sugeng Riadi bersama timnya meracik sebuah ijtihad atau rekonstruksi kurikulum yang benar-benar memerdekakan potensi siswa.

​Dalam sepekan, siswa menempuh total 46 jam pelajaran yang dibagi secara pas:

​32 Jam untuk Negara: Porsi ini dipakai buat menuntaskan standar nasional pendidikan dan Kurikulum Merdeka secara utuh.

​14 Jam untuk Masa Depan: Waktu khusus yang dirancang buat mengasah minat mendalam siswa.

Yakni lewat 6 pilihan Kelas Layanan Khusus, mulai dari Kelas Tahfiz Al-Qur’an, Artificial Intelligence (AI), Seni, Entrepreneur, Olahraga, hingga Kelas Internasional (M-ICO).

​”Inovasi kurikulum adalah keberanian hari ini untuk menyiapkan generasi terbaik di masa depan,” ungkap Sugeng Riadi.

​Pemimpin Harus Jadi Teladan
​Bukan cuma soal bikin program, Sugeng juga membuktikan bahwa kepemimpinan itu harus dimulai dari keteladanan.

Ia sadar, kalau mau muridnya rajin berprestasi, maka guru dan kepala sekolahnya pun harus ikut turun tangan membuktikan prestasi.

​Prinsip itu terbukti nyata. Di ajang MEb Awards 2026 kemarin, bukan cuma sang kepala sekolah yang bawa pulang medali, jajaran guru dan murid SMA Muhipo juga ikut panen raya prestasi.

​Dari barisan pendidik, Gayuh Risdian Saputro, M.Pd. sukses menyabet Gold Medal Guru Berprestasi, Pambajeng Yudo Handono, M.Pd. meraih Silver Medal kategori School Magazine, serta Ina Nurhidayati, S.Pd., M.Si. mengamankan Bronze Medal untuk Inovasi Media Pembelajaran.

​Prestasi anak-anak didiknya pun tak kalah mentereng:
​Satrio Wening Inggalih (Kelas XII.7) menyabet Gold Medal Olimpiade Ekonomi.
​Billy Ferdinand (Kelas XII.3) sukses membawa pulang Gold Medal Esai fil Arabia.
​Duet Daffan Alkhoirizqi (Kelas XI.3) & Rafif Fawwazy (Kelas XI.5) meraih Silver Medal bidang Robotik.

​Tiga serangkai Echa Aulia Zhrani, Khumairoh Naila, dan Selvianti Mufidaturrohmah (Kelas XII.3 & XII.4) sukses menyabet Silver Medal Business Plan.

​Abdullah Fawwaz (Kelas XII.3) turut menyumbang Bronze Medal Ismu fil Arabia.

​Bukti Nyata: Kepercayaan Masyarakat Meroket

​Segala ikhtisar dan kerja keras ini ternyata langsung nyetel di hati masyarakat. Buktinya bisa dilihat dari angka Penerimaan Peserta Didik Baru (SPMB) tahun ini.

​Jumlah siswa baru melompat tajam hingga 73,3%, dari yang tadinya 199 siswa kini menjadi 345 siswa baru.

Lonjakan luar biasa ini langsung mendongkrak total keseluruhan siswa SMA Muhipo menjadi 784 orang—sebuah rekor jumlah siswa tertinggi dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

​Sebuah bukti sahih bahwa ketika sekolah dikelola dengan hati, inovasi yang berani, dan keteladanan yang nyata, kepercayaan masyarakat akan datang dengan sendirinya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here